23 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
Rabu, 23 September 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tanggal 23 September mencatatkan berbagai momentum bersejarah yang memengaruhi perjalanan politik, ilmu pengetahuan, hingga kesadaran lingkungan baik di tingkat global maupun nasional. Berikut adalah deretan peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 23 September:
Penemuan Planet Neptunus (1846)
Pada 23 September 1846, astronom asal Jerman, Johann Gottfried Galle, menjadi manusia pertama yang mengamati planet Neptunus secara langsung menggunakan teleskop di Observatorium Berlin. Penemuan ini berkat perhitungan matematis yang dilakukan oleh ahli matematika Prancis, Urbain Le Verrier. Neptunus menjadi planet pertama dalam sejarah yang ditemukan melalui prediksi matematis sebelum diobservasi secara visual.
Hari Bahasa Isyarat Internasional (International Day of Sign Languages)
Setiap tanggal 23 September, PBB memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak linguistik para penyandang disabilitas rungu di seluruh dunia. Tanggal ini dipilih untuk mengenang berdirinya Federasi Tuli Dunia (World Federation of the Deaf) pada tahun 1951.
Berdirinya Kerajaan Arab Saudi (1932)
Pada 23 September 1932, Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud secara resmi mengumumkan penyatuan dua wilayah utamanya, Nejd dan Hejaz, menjadi satu negara tunggal bernama Kerajaan Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia). Tanggal ini hingga kini dirayakan sebagai Hari Nasional Arab Saudi (Saudi National Day).
Pengesahan UU Pokok Agraria di Indonesia (1960)
Di ranah nasional, tanggal 23 September 1960 mencatatkan lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Regulasi ini menjadi fondasi utama penataan kepemilikan dan pengelolaan tanah di Indonesia yang berorientasi pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Konsensus Internasional Perlindungan Lapisan Ozon (1987)
Dunia internasional mencatatkan langkah besar dalam penyelamatan lingkungan ketika Protokol Montreal mulai menggalang dukungan penuh pasca-penandatanganannya pertengahan September 1987. Kesepakatan ini mewajibkan seluruh negara untuk menghentikan secara bertahap penggunaan bahan kimia pemusnah lapisan ozon (CFC).
Peluncuran Resmi Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 (2026)
Di tingkat lokal, tanggal 23 September 2026 menjadi momen bersejarah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) secara resmi meluncurkan logo utama HJB ke-349 karya kreator lokal Ahmad Aziz Saputra asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk. Peluncuran logo ini menandai dimulainya semarak perayaan peringatan hari jadi Kabupaten Bojonegoro tahun 2026.
Diolah dari berbagai sumber
Editor: Mohamad Tohir





































