Para Perajin Unjuk Kebolehan Membuat Ledre di Area Festival
Kamis, 08 Oktober 2026 20:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro-Malam pembukaan acara Festival Ledre 2026, Kamis (08/10/226) di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, diramaikan dengan demonstrasi pembuatan ledre oleh para perajin. Setidaknya 59 perajin menunjukkan kebolehannya mengolah adonan menjadi ledre. Mereka menggunakan fasilitas wajan dan kompor yang ditata berderet memanjang dalam naungan mini terop. Mereka juga mengenakan pakaian dengan warna dan model seragam.
Proses pembuatan ledre ini dimulai dengan penuangan adonan tepung beras cair ke wajan khusus dengan api kecil. Kemudian dilanjut proses meratakan dengan alat khusus dari kayu randu. Setelah matang adonan itu diambil dengan kapi agar rapi kemudian diletakkan di telenan. Proses penggulungan dilakukan pada telenan itu dengan kecepatan penuh. Kalau kurang cepat adonan terburu mengeras sehingga tidak bisa tergulung.
Aksi mereka mengundang antusiasme pengunjung. Pengunjung bahkan bisa berinteraksi secara langsung sembari mencicipi hasil gulungan ledre hangat baru jadi secara gratis.
Salah seorang perajin, Siti Maryam, mengaku sudah sejak usia 20 tahun bisa membuat ledre. Dia berasal dari Kasiman. Dia belajar dari para perajin ternama di kawasan pecinan Padangan termasuk Min Tjie, mestro ledre saat itu. Setelah mahir dia tinggal di Purwosari dan mengajarkan keahliannya ke para kerabat dan tetangga. Bisa dibilang dialah perajin awal di Purwosari.
“Sekarang saya sudah umur 65. Masih bikin ledre tapi sekadarnya,” kata Siti.
Warga atau pengunjung lain juga dipersilakan untuk mencoba membuat ledre. Seorang ibu-ibu asal Desa Korgan Kecamatan Purwosari, Nurul Hidayati, tergoda untuk ikut membuat. Proses pemasakan sempurna, akan tetapi dia gagal menggulung dengan sempurna.
“Panas tanganku gak kuat. Mudah tandur di sawah,” kata perempuan asal Kabupaten Pacitan ini berkelakar.
Nurul Hidayati mengaku tertarik untuk mencoba ikut membuat ledre setelah mengikuti pelatihan yang merupakaian dari rangkaian festival ini yang digelar Rabu (07/10/2026) kemarin. Dia melihat sepertinya proses membuat ledre itu mudah dan terkesan cepat. Akan tetapi saat dia mencoba ternyata tidak semudah itu. Apalagi ketika proses menggulung.
"Harus cepat menggulungnya. Kalau tidak keburu kering dan keras," kata Nurul

Nurul Hidayati menunjukkan hasil ledre buatannya yang tidak tergulung maksimal. Menurut dia, butuh kecepatan ekstra dan tahan panas. Aset: Berita Bojonegoro
Salah satu pengunjung, Desi, mengaku antusias dengan aksi para perajin itu. Dia keliling dari perajin satu ke perajin lainnya untuk mencicipi ledre yang masih hangat.
“Lebih terasa enak pas hangat,” katanya.
Reporter: Mulyanto
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir






































