Khofifah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Jatim Nol Persen
Selasa, 13 Oktober 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis mampu menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Optimisme tersebut didukung tren penurunan angka kemiskinan Jawa Timur yang mencapai 9,06 persen pada Maret 2026, dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya, serta berbagai capaian pembangunan di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Dalam Upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026), Khofifah menyebut tingkat kemiskinan ekstrem Jatim pada 2025 tercatat 0,29 persen. Penurunan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan melalui program Nawa Bhakti Satya hingga 2029.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim pada Mei 2026 mencapai 3,42 persen. Sementara itu, produksi padi sepanjang 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), atau 17,34 persen dari produksi nasional.
Pada bidang pendidikan, Pemprov Jatim mengembangkan program Jatim World Class Education melalui penguatan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, pesantren, dan program beasiswa. Adapun cakupan jaminan kesehatan hingga September 2026 mencapai 96,12 persen, dengan usia harapan hidup 75,36 tahun.
Pemprov Jatim juga memperkuat pelayanan publik melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI) yang telah mengintegrasikan 241 layanan hingga September 2026. Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat terus bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Dalam peringatan tersebut, Khofifah turut menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi bagi Jawa Timur. Sebanyak 13 tokoh menerima penghargaan kategori emas.






































