Rangkaian HJB ke-349, Bupati Setyo Wahono Ziarah ke Makam Haryo Matahun dan Raden Sumantri
Sabtu, 17 Oktober 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Menjelang peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua TP PKK Cantika Wahono, serta jajaran Forkopimda menggelar ziarah ke makam para leluhur dan pendahulu Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026).
Usai menziarahi Makam Buyut Dalem di Kelurahan Kadipaten, rombongan melanjutkan prosesi ke Makam Adipati Haryo Matahun di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander. Mengenakan pakaian serba putih, bupati dan jajaran larut dalam suasana khusyuk saat menggelar doa tahlil dan tabur bunga.
Juru Kunci Makam, Sugianto, menjelaskan bahwa Adipati Arya Matahun atau Pangeran Sasongko merupakan keturunan Raden Wijaya dari trah Raden Patah.
"Adipati Arya Matahun gugur dalam pertempuran melawan pasukan Madura dan Sampang di wilayah Badholeng, Sedayu (Kabupaten Gresik). Pertempuran tersebut dipicu oleh penolakan Cakraningrat dari Madura untuk menghadap Susuhunan Pakubuwono II di Kartasura," jelas Sugianto.
Jenazah Adipati Arya Matahun, kata Suginanto, dibawa oleh sang putra, Raden Tumenggung Kramawijaya, untuk dimakamkan di Astana Mojoranu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bingkisan tali asih kepada juru kunci dan imam tahlil, lalu diakhiri dengan ramah tamah tumpengan bersama secara guyub.

Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua TP PKK Cantika Wahono tabur bunga di makam leluhur, Jumat (16/10/2026). Aset: Istimewa
Rangkaian ziarah leluhur kemudian ditutup di Makam Raden Kandjeng Sumantri yang berlokasi di Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemerintah daerah untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan tanggung jawab para pendahulu dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Selain pelaksanaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan sejarah daerah hingga usia ke-349 tahun, panitia juga menyerahkan tali asih kepada ustaz pengasuh makam sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian merawat tradisi keagamaan dan sejarah lokal.





































