Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi dan Hilirisasi Pertanian Jatim
Sabtu, 17 Oktober 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan inovasi di seluruh lini sektor pangan, mulai dari rantai produksi, pengolahan, hingga sistem distribusi. Langkah ini ditegaskan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
Jawa Timur terus mengokohkan peran strategisnya sebagai lumbung pangan nasional. Pada tahun 2025, produksi padi Jatim menembus 10,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau menyumbang 17,34 persen terhadap produksi nasional. Sementara pada periode Januari–November 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG.
“Inovasi yang kita kembangkan hari ini harus menjadi fondasi ketahanan pangan pada masa mendatang. Kita ingin pangan terus tersedia, semakin berkualitas, terjangkau oleh masyarakat, dan memberikan kesejahteraan bagi mereka yang memproduksinya,” ujar Khofifah pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, Jumat (16/10/2026).
Khofifah menekankan bahwa tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya menuntut adanya pembaruan teknologi pertanian yang menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan, termasuk mekanisasi, efisiensi air, hingga kemudahan akses informasi pasar.
Melalui program prioritas Jatim Agro, Pemprov Jawa Timur berfokus pada pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan jaringan irigasi, pembentukan korporasi pertanian, hingga program regenerasi petani muda. Selain komoditas padi, potensi komoditas jagung, tebu, peternakan, dan perikanan juga terus ditingkatkan.
Strategi hilirisasi turut didorong agar kelompok tani, koperasi, dan UMKM tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan mampu memproduksi olahan pangan bernilai tambah tinggi dengan kepastian akses pasar yang luas.
“Petani perlu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja kerasnya. Karena itu, peningkatan produksi harus kita hubungkan dengan kepastian pasar, penguatan posisi tawar, dan kesempatan mengembangkan nilai tambah,” kata Khofifah.
Dalam kerangka Gerbang Baru Nusantara, Pemprov Jatim juga memperkuat konektivitas antardaerah guna menjamin kelancaran distribusi pangan dari sentra produksi menuju wilayah konsumen.
Khofifah menambahkan, keberlanjutan sektor pangan juga harus dibarengi dengan perlindungan lahan produktif, edukasi pola konsumsi gizi seimbang berbasis pangan lokal, serta penekanan angka pemborosan makanan di tingkat rumah tangga.





































