Trik Aman Minum Kopi dan Teh Pagi Hari Tanpa Merusak Kesehatan Ginjal
Minggu, 18 Oktober 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Memulai hari dengan menyesap secangkir kopi atau teh hangat telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. Kendati kebiasaan ini tergolong aman bagi orang sehat, pola penyajian dan porsi konsumsi harian berisiko memengaruhi fungsi organ ginjal jika dilakukan secara tidak tepat.
Ahli Nefrologi, dr. Vikram Kalra, memaparkan bahwa senyawa kafein di dalam kopi maupun teh sejatinya memiliki sifat diuretik ringan yang memicu peningkatan produksi urine untuk sementara waktu. Namun, pada porsi sedang, asupan tersebut tetap dapat mendukung kecukupan cairan harian tanpa langsung memicu dehidrasi berat atau kerusakan jaringan ginjal.
Ancaman kesehatan ginjal justru muncul akibat konsumsi berlebihan. Asupan kafein dosis tinggi berpotensi memicu lonjakan tekanan darah sementara. Jika tekanan darah tinggi terjadi secara berkala dan tidak terkontrol dalam jangka panjang, kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko utama pemicu penyakit ginjal kronis.
Selain masalah hipertensi, pecinta teh juga perlu memperhatikan risiko pembentukan batu ginjal. Senyawa oksalat alami di dalam daun teh dapat berikatan membentuk batu kalsium oksalat pada individu yang rentan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih tanpa diimbangi asupan air putih yang cukup.
Potensi bahaya terbesar justru sering kali berasal dari bahan pelengkap seperti gula pasir, sirup manis, maupun krimer kental manis. Penambahan gula secara berlebihan dapat memicu obesitas serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2, di mana diabetes merupakan pemicu utama kegagalan fungsi ginjal.
Guna menjaga fungsi organ ginjal tetap optimal, dr. Kalra mengimbau masyarakat untuk membatasi asupan kafein harian maksimal 400 miligram, mengontrol penambahan pemanis buatan, serta menjaga kecukupan konsumsi air putih setiap hari.






































