Pemprov Jatim Gelar Deklarasi dan Edukasi Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Deklarasi dan Edukasi Publik Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital bertema “Tumbuh Aman di Ruang Digital” pada Kamis (22/10/2026) lalu. Kegiatan ini menjadi langkah konkret memperkuat pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi, penanganan kasus, serta sinergi lintas sektor guna menciptakan ruang siber yang aman bagi anak.
Perhelatan serentak ini diikuti sekitar 34 ribu peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur yang terdiri dari pelajar, organisasi kemasyarakatan, akademisi, tokoh agama, hingga pejabat daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemprov Jatim bersama seluruh pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS, serta program Perisai Anak.
“Dari Jawa Timur kita perkuat langkah bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia. Mari kita wujudkan komitmen ‘Tumbuh Aman di Ruang Digital’ agar setiap anak dapat bermain, belajar, dan meraih masa depannya dengan aman,” ujar Meutya.
Pembacaan deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Dedi Irwansa. Komitmen bersama tersebut menegaskan pentingnya membangun ekosistem digital yang protektif, inklusif, dan responsif terhadap potensi bahaya di dunia maya bagi generasi muda.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum deklarasi ini sebagai pijakan aksi nyata dalam membentengi anak-anak dari ancaman kejahatan digital.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk menyimak dan meneguhkannya dalam hati sekaligus berjanji bahwa kita akan mengambil bagian dari perlindungan anak di ruang digital,” tegas Sherlita.
Sesi edukasi publik menghadirkan narasumber dari Kementerian Komdigi RI, Kementerian PPPA, serta Child Protection Specialist UNICEF Indonesia, Ignatius Setiawan Cahyo Nugroho, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga serta peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital secara kritis.







































