SIMBAK KADES, Aplikasi Digital Milik Pemdes Sukorejo untuk Keamanan Lingkungan
Selasa, 06 Oktober 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Aplikasi Sistem Informasi Membangun Keamanan dan Ketertiban Desa (SIMBAK KADES) membawa Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, sukses menembus 10 nominasi terbaik Penilaian Sistem Keamanan Lingkungan (PIN SISKAMLING) Jaga Jawa Timur 2026. Inovasi digital berbasis ketertiban masyarakat tersebut ditinjau langsung oleh tim penilai saat monitoring dan evaluasi lapangan di Balai Desa Sukorejo pada Senin (05/10/2026).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa Desa Sukorejo memiliki kompleksitas wilayah yang unik dengan fasilitas publik yang sangat lengkap, sehingga membutuhkan sinergi kuat dari seluruh elemen masyarakat.
“Desa Sukorejo ini sebenarnya ada miniaturnya Indonesia. Di sini lengkap, dari kesehatan punya rumah sakit, ekonomi punya pasar, perhubungan punya stasiun, kemudian fasilitas pendidikan juga lengkap,” ujar Nurul Azizah.
Ia mengapresiasi dedikasi para petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Sukorejo yang tetap bersemangat tinggi dalam mengawal keamanan dan kondusivitas lingkungan.
“Walaupun di sini ada yang sepuh, semangatnya lebih semangat 45. Tidak ada yang semangatnya kendur. Ini semangatnya kencang. Ini menunjukkan betapa hebatnya sinergi kita,” tambahnya.
Ketua Tim Penilai PIN SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026, Muhammad Subkhan Khasaugi, menjelaskan bahwa parameter penilaian tidak sebatas kesiapan teknis Linmas, melainkan juga mengukur aspek kolaborasi lintas sektor. Kabupaten Bojonegoro sendiri berhasil mencatatkan skor tertinggi pada tahap penilaian administrasi.
“Penilaian Siskamling ini tidak hanya melihat dari sisi Linmas, tapi bagaimana kolaborasi Linmas dengan unsur-unsur yang mendukung,” jelas Subkhan.
Subkhan membeberkan bahwa Bojonegoro meraih nilai sementara tertinggi pada tahap administrasi dengan skor 48,5. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 50 persen dari akumulasi bobot penilaian, sementara 50 persen sisanya ditentukan melalui hasil verifikasi lapangan.
Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari, memaparkan bahwa aplikasi SIMBAK KADES dikembangkan untuk memangkas rantai birokrasi dalam merespons potensi gangguan keamanan di wilayahnya.
“Di dalamnya ada fitur pelaporan cepat kejadian. Ketika ada kejadian langsung di-upload di sistem tersebut sehingga kami bisa langsung merespons cepat,” tegas Meyke.
Aplikasi digital ini diakses secara terpadu oleh kepala desa, operator desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, hingga pengurus RT dan RW yang terintegrasi dengan warga. Selain fitur tanggap darurat, SIMBAK KADES mengintegrasikan absensi ronda malam Linmas, pencatatan gangguan keamanan, data kebencanaan, berita duka, hingga direktori kontak darurat pemadam kebakaran dan rumah sakit.
Proses evaluasi lapangan mencakup verifikasi sarana prasarana, kesiapan personel Linmas, serta partisipasi warga yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, Forkopimcam, dan tiga pilar desa.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto





































