Festival Ledre 2026 Dorong Regenerasi Pengrajin dan Wirausaha Baru
Rabu, 07 Oktober 2026 17:00 WIBOleh Tim Redaksi
BOJONEGORO – Regenerasi pengrajin menjadi fokus dalam Festival Ledre 2026 di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Rangkaian kegiatan diawali sarasehan dan pelatihan pembuatan ledre bagi 22 ibu-ibu calon wirausaha baru di Aula SMK Purwosari. Peserta mendapat pembekalan mulai dari pengolahan bahan hingga teknik menggulung ledre yang membutuhkan ketelitian, keuletan, dan ketepatan waktu.
Camat Purwosari Ike Widyaningrum mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum mengenalkan ledre sebagai kuliner khas Bojonegoro sekaligus mendorong masyarakat melihatnya sebagai peluang usaha. Menurutnya, regenerasi penting untuk menjaga keberlangsungan ledre, karena keberadaan kuliner tradisional tersebut membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya mampu membuat, tetapi juga mengembangkan produknya. “Kami berharap melalui kegiatan ini semakin banyak generasi muda dan calon wirausaha baru yang tertarik untuk belajar membuat ledre. Ledre bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bisa dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.
Sarasehan “Ledre Bojonegoro” juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai perkembangan usaha ledre yang melibatkan guru dan siswa dari wilayah Purwosari, Padangan, dan Kasiman, pemerintah kecamatan, lembaga swadaya masyarakat, perangkat daerah, serta pelaku UMKM. Ike menilai, pengembangan ledre membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar kuliner tersebut tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional, tetapi mampu mengikuti perkembangan pasar dan perubahan selera konsumen.
Sejumlah inovasi produk ledre kini mulai bermunculan. Selain varian original berbahan pisang raja, pengrajin mengembangkan rasa matcha, taro, stroberi, cokelat, dan lainnya. Bahkan, pemuda di Kecamatan Purwosari turut berinovasi dengan mengembangkan sajian kopi ledre. “Yang ingin kami bangun bukan hanya bagaimana ledre tetap ada, tetapi bagaimana ledre bisa berkembang, dikenal lebih luas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, inovasi dan regenerasi pengrajin harus berjalan bersama,” jelas Ike.
Rangkaian Festival Ledre 2026 akan berlanjut pada 8 Oktober 2026 sebagai puncak kegiatan, dengan agenda peluncuran Kampung Ledre, peluncuran e-book tentang ledre, serta pembuatan ledre secara massal yang melibatkan 59 pengrajin. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat regenerasi pengrajin, menumbuhkan wirausaha baru, sekaligus mendorong ledre semakin berkembang sebagai produk unggulan daerah.





































