Jaga Ekosistem dan Cegah Genangan, Pemkab Bojonegoro Buat Sumur Resapan di Area Perkantoran
Sabtu, 10 Oktober 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menjaga keseimbangan ekosistem alam sekaligus mengantisipasi potensi genangan air. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni dengan membuat sumur resapan dan lubang biopori di area perkantoran Pemkab Bojonegoro, yang ke depan diimbau untuk diterapkan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kantor swasta.
Di sela-sela meninjau langsung pembuatan sumur resapan pada Kamis (08/10/2026), Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini menjadi ikhtiar untuk mengembalikan air hujan ke dalam tanah melalui sarana resapan buatan.
“Semua kantor pemerintah termasuk fasilitas yang ada di pemerintah daerah diimbau untuk membuat biopori atau sumur resapan, disesuaikan dengan kondisi lingkungan kantor. Tujuannya agar saat musim hujan tiba, kita bisa menampung air hujan untuk menjaga ekosistem lingkungan yang memadai,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Bupati Setyo Wahono menjelaskan bahwa keberadaan biopori dan sumur resapan memiliki manfaat besar, mulai dari memulihkan ekosistem, menjaga kestabilan cuaca mikro, hingga meminimalisasi genangan air saat hujan deras. Hal ini dinilai krusial mengingat area perkotaan saat ini hampir 80 persen lahannya tertutup bangunan, aspal, maupun beton.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa aksi pembuatan sumur resapan di lingkungan Pemkab ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro. Langkah ini melanjutkan pembuatan Lubang Resapan Biopori yang sebelumnya telah ditempatkan di kawasan Alun-Alun Bojonegoro pada Februari lalu.
“Aksi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi OPD maupun pihak swasta dalam membuat sarana resapan air di halaman masing-masing,” kata Wabup Nurul Azizah.
Sebagai panduan bagi masyarakat dan instansi yang ingin menerapkan langkah serupa, Pemkab Bojonegoro membagikan empat tahapan teknis pembuatan sumur resapan air hujan yang ideal:
- Penggalian Lubang: Gali lubang berdiameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 2–3 meter sesuai kebutuhan. Pada jenis tanah yang labil, dinding lubang sebaiknya segera diberi penguat agar tidak longsor.
- Pelapisan Dasar Lubang: Lapisi dasar lubang menggunakan material penyaring alami seperti kerikil, batu kricak, ijuk, dan pasir kasar setebal 20–30 cm guna menyaring kotoran serta mencegah penyumbatan.
- Pemasangan Dinding Penahan: Gunakan buis beton, bata merah berlubang, atau drum bekas yang telah dilubangi agar dinding tidak runtuh, dengan memastikan sambungan terpasang rapat tanpa menutup lubang resapan.
- Penutupan Bagian Atas: Tutup bagian atas sumur resapan menggunakan plat beton atau tutup baja berlubang yang dilengkapi ventilasi agar aman dari sampah, serta dapat ditata kembali dengan paving atau rumput agar tetap estetis.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Imam Nurcahyo