26 Mei dalam Sejarah
Selasa, 26 Mei 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tanggal 26 Mei mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia maupun Indonesia. Peristiwa-peristiwa itu mencakup bencana alam, pergantian kekuasaan, hingga tonggak kemerdekaan sebuah negara.
Salah satu peristiwa paling diingat di Indonesia terjadi pada 26 Mei 2006, ketika gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. Pusat gempa berada di daratan dekat Bantul. Guncangan itu menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, dan bangunan bersejarah. Ribuan orang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Bencana tersebut menjadi salah satu gempa paling merusak di Indonesia pada abad ke-21 dan memicu upaya pemulihan serta penguatan bangunan tahan gempa di wilayah rawan.
Di kancah internasional, 26 Mei 1966 menjadi hari kemerdekaan Guyana dari Britania Raya. Negara di pesisir utara Amerika Selatan itu resmi menjadi negara merdeka dan bergabung dalam Persemakmuran. Kemerdekaan Guyana menandai berakhirnya masa kolonial Britania di wilayah tersebut setelah berabad-abad dikelola sebagai Guyana Britania.
Sejarah politik Amerika Serikat juga mencatat 26 Mei 1868, ketika Senat AS memutuskan untuk tidak memakzulkan Presiden Andrew Johnson. Johnson diadili setelah berselisih dengan Kongres soal kebijakan rekonstruksi pasca Perang Saudara. Pemungutan suara di Senat tidak mencapai dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk memberhentikan presiden, sehingga Johnson tetap menjabat hingga masa tugasnya berakhir.
Di Indonesia, tanggal 26 Mei juga pernah menjadi bagian dari dinamika politik era Reformasi. Pada 26 Mei 1998, tokoh-tokoh lintas kelompok melakukan pertemuan untuk membahas arah transisi setelah pengunduran diri Presiden Soeharto. Pertemuan itu menjadi salah satu langkah awal dalam proses demokratisasi yang berlangsung pada tahun-tahun berikutnya.
Berbagai peristiwa pada 26 Mei menunjukkan bagaimana satu tanggal dalam kalender bisa menjadi penanda perubahan besar, baik karena bencana yang memaksa bangkit bersama, keputusan politik yang menentukan arah negara, maupun kemerdekaan yang membuka lembaran baru bagi sebuah bangsa.
Editor: Mohamad Tohir






































