Sumari, Kuli Panggul di Blora Naik Haji Tahun Ini Setelah 20 Tahun Sisihkan Uang Receh
Rabu, 15 April 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora – Keteguhan hati Sumarno, seorang buruh panggul di Pasar Tunjungan, Kabupaten Blora, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menunaikan ibadah haji. Pria berusia 63 tahun tersebut dijadwalkan terbang ke Baitullah pada 5 Mei 2026 mendatang setelah konsisten menabung selama 20 tahun dari hasil peluh keringatnya di pasar.
Sejak tahun 1985, Sumarno menggantungkan hidupnya sebagai manol atau kuli panggul. Setiap pagi, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, ia bergelut dengan beban berat di pundaknya demi upah harian yang berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000. Dari penghasilan yang tergolong pas-pasan tersebut, ia secara disiplin menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya untuk mewujudkan impian spiritualnya.
Meski niatnya sempat dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar, pria asal Desa Tunjungan ini tetap bergeming pada pendiriannya.
“Ada yang bilang waktu itu buat makan aja susah kok pengen naik haji, Saya kan minat naik haji, jadi saya terus berusaha,” terangnya, Selasa (14/04/2026) kemarin.
Setiap hari, Sumarno konsisten memisahkan uang sebesar Rp4.000 hingga Rp5.000 untuk dimasukkan ke dalam tabungan hajinya. Baginya, setiap rupiah yang disisihkan adalah langkah kecil menuju panggilan suci yang telah ia idamkan selama berpuluh-puluh tahun.
“Dari hasil itu, saya sisihkan Rp4.000 sampai Rp5.000 setiap hari untuk ditabung. Niatnya memang untuk haji,” jelasnya.
Perjalanan spiritualnya sebenarnya sempat menemui rintangan saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Sumarno seharusnya dijadwalkan berangkat pada tahun 2023, namun regulasi pembatasan usia dan kuota saat itu membuatnya harus menunda impian tersebut.
“Segala persiapan sudah hampir matang, namun pandemi Covid-19 memaksa pemerintah melakukan pembatasan, dan jadwal keberangkatan pun tertunda,” imbuhnya.

Sumarno mencoba memakai kain ihrom dibantu isterinya. 20 tahun menyisihkan uang hasil pekerjaannya sebagai kuli panggul di Blora. Aset : Istimewa.
Kesabaran itu akhirnya berbuah manis tahun ini. Rasa syukur mendalam dirasakan Sumarno saat namanya resmi masuk dalam daftar jamaah yang akan berangkat. Namun, kebahagiaan itu sedikit terasa berbeda karena ia harus berangkat tanpa sang istri.
“Sangat senang, karena impian saya tiap kerja jadi keturutan. Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat ke tanah suci,” tuturnya.
Meski sang istri belum bisa mendampingi dalam perjalanan suci kali ini, Sumarno merasa dukungan dari keluarga sudah lebih dari cukup untuk memantapkan langkahnya.
“Berangkat sendiri karena istri belum siap. Meski begitu, dukungan keluarga tetap mengalir deras,” ucapnya.
Menjelang hari keberangkatan pada awal Mei mendatang, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh sang kuli panggul ini. Fokus utamanya saat ini hanyalah menjaga kondisi badan agar tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Saya cuma berdoa supaya diberi kesehatan dan kemudahan selama di Tanah Suci nanti,” tuturnya singkat.
Blora sendiri tergabung dalam gelombang kedua keberangkatan haji 2026 yang terbagi ke dalam tiga kelompok terbang. Sebanyak 788 jamaah calon haji asal Blora akan diberangkatkan melalui kloter 44, 45, dan 46 yang merupakan gabungan dengan jamaah asal Kabupaten Rembang.(red/toh)





































