Gubernur Khofifah Kunjungi Peternak Hewan Kurban di Bojonegoro
Selasa, 26 Mei 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke lokasi peternak sekaligus pengepul ternak kurban di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/05/226). Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur tersebut disambut antusias masyarakat yang berjajar menunggu dan bergantian berfoto bersama.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah meninjau langsung kondisi kandang sapi milik peternak lokal. Gubernur juga berdialog dengan peternak terkait asal bibit sapi, pola perawatan, hingga pakan ternak yang digunakan untuk menjaga kualitas hewan kurban. Kegiatan tersebut turut diwarnai pembagian sembako kepada masyarakat sekitar dan para pekerja peternakan, serta pemberian makanan ringan bagi anak-anak yang hadir di lokasi.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk berkurban tahun ini cukup tinggi. Ia berharap kondisi tersebut membawa dampak positif bagi para peternak, terutama dari sisi harga jual ternak yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, animo warga untuk berkurban luar biasa. Semoga peternak bahagia karena tahun ini harga ternak lebih baik dari tahun lalu dan ketersediaan stok di Jawa Timur aman bahkan lebih,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah guna memastikan kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit ternak.
“Pergerakan ternak dari kabupaten ke kabupaten maupun kecamatan ke kecamatan terus diawasi. Semua harus dilengkapi surat keterangan sehat melalui dinas terkait. Untuk pengiriman ke masjid-masjid juga mulai dilakukan dan semoga berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan di dalam provinsi, ternak asal Jawa Timur juga banyak dikirim ke luar daerah seperti kawasan Jabodetabek hingga Kalimantan. Pengawasan kesehatan hewan terus diperketat untuk menekan potensi penularan penyakit antarternak.
Sementara itu, pemilik peternakan asal Desa Pomahan, Warianto, menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari beternak kambing sebanyak delapan ekor. Seiring waktu, ia beralih memelihara sapi pedet sejak awal tahun 2000-an.
“Awalnya saya beternak cempe (anak kambing) delapan ekor, kemudian beralih ke pedet. Sistemnya dulu dirawat orang lain, nanti kalau sapinya berkembang jadi tiga ekor, satu ekor saya berikan kepada yang merawat,” jelasnya.
Saat ini, kandangnya menampung sekitar 90 ekor sapi. Menurutnya, usaha penggemukan sapi dilakukan dengan membeli bibit sapi berusia di atas satu tahun untuk kemudian dipelihara hingga berukuran besar dan siap jual. Menjelang Idul Adha tahun ini, sekitar 40 persen sapi di kandangnya telah terjual. Pembeli tidak hanya berasal dari Bojonegoro, tetapi juga dari luar daerah seperti Jombang dan Surabaya.
“Banyak masyarakat Bojonegoro yang datang langsung ke sini, juga dari luar kabupaten seperti Jombang dan Surabaya,” pungkasnya.
Editor Mohamad Tohir






































