30 Mei dalam Sejarah
Sabtu, 30 Mei 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Tanggal 30 Mei menyimpan deretan peristiwa besar yang mengubah peta politik, geografi, dan sejarah dunia. Dari akhir sebuah kekaisaran kuno di Eropa hingga fondasi awal kolonialisme di Nusantara, berikut adalah beberapa momentum penting yang tercatat pada tanggal ini:
1453 – Pemakaman Terakhir di Hagia Sophia dan Berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur
Sehari setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Utsmaniyah di bawah pimpinan Sultan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih), tanggal 30 Mei 1453 menjadi hari di mana ibadah Kristen terakhir kali diadakan di Hagia Sophia sebelum bangunan monumental tersebut dialihfungsikan menjadi masjid. Peristiwa ini menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun.
1619 – Jan Pieterszoon Coen Menaklukkan Jayakarta dan Mendirikan Batavia
Bagi sejarah Indonesia, 30 Mei 1619 adalah titik balik kolonialisme Belanda. Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, mengerahkan pasukan untuk membumihanguskan kota Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten. Di atas puing-puing Jayakarta itulah VOC kemudian membangun kota baru bernama Batavia, yang menjadi pusat Batavia lama dan cikal bakal ibu kota Jakarta di masa depan.
1814 – Penandatanganan Perjanjian Paris Pertama
Setelah kekalahan Napoleon Bonaparte dan pengasingannya ke Pulau Elba, Perjanjian Paris ditandatangani pada 30 Mei 1814. Perjanjian damai ini mengembalikan batas-batas wilayah Prancis ke kondisi tahun 1792 dan merestorasi Wangsa Bourbon ke takhta Prancis. Peristiwa ini sempat meredakan Perang Napoleon di Eropa sebelum sang kaisar melarikan diri dan kembali setahun kemudian.
1913 – Perjanjian London Mengakhiri Perang Balkan Pertama
Perjanjian London ditandatangani pada tanggal ini untuk mengakhiri Perang Balkan Pertama. Melalui perjanjian ini, wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah di Eropa menyusut drastis, dan batas-batas negara baru di kawasan Balkan, termasuk kemerdekaan Albania, mulai diakui secara internasional.
1967 – Proklamasi Republik Biafra Memicu Perang Saudara Nigeria
Di benua Afrika, wilayah tenggara Nigeria memisahkan diri dan memproklamasikan kemerdekaannya sebagai Republik Biafra pada 30 Mei 1967. Deklarasi sepihak ini memicu Perang Saudara Nigeria (Perang Biafra) yang berlangsung selama tiga tahun dan menyebabkan krisis kemanusiaan serta kelaparan hebat yang menarik perhatian dunia.
1989 – Demonstrasi Tiananmen: Patung "Dewi Demokrasi" Didirikan
Di tengah gelombang protes mahasiswa yang menuntut reformasi politik di Tiongkok, para mahasiswa akademi seni di Beijing mendirikan patung setinggi 10 meter bernama "Dewi Demokrasi" (Goddess of Democracy) dari bahan gips dan sterofoam di Lapangan Tiananmen. Patung yang menyerupai Patung Liberty ini menjadi simbol perlawanan sebelum akhirnya dihancurkan oleh militer beberapa hari kemudian dalam peristiwa berdarah 4 Juni.
Editor: Mohamad Tohir






































