04 Juni dalam Sejarah
Kamis, 04 Juni 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Sejarah dunia mencatat tanggal 4 Juni sebagai momentum terjadinya berbagai peristiwa besar yang mengubah peta politik, militer, dan sosial di berbagai belahan bumi.
Tahun 1783, Montgolfier bersaudara berhasil menerbangkan balon udara panas pertama di hadapan publik di Annonay, Prancis. Langkah awal ini menjadi tonggak penting dalam sejarah dunia penerbangan modern.
Tahun 1792, Kapten George Vancouver secara resmi mengklaim wilayah Puget Sound di Amerika Utara untuk Kerajaan Inggris. Wilayah strategis ini kemudian hari berkembang menjadi kota pelayaran besar.
Tahun 1859, Pertempuran Magenta pecah dalam Perang Kemerdekaan Italia Kedua. Pasukan gabungan Prancis dan Sardinia berhasil mengalahkan tentara Kekaisaran Austria dalam pertempuran berdarah tersebut.
Tahun 1913, seorang aktivis hak suara perempuan asal Inggris bernama Emily Davison ditabrak oleh kuda milik Raja George V di arena balap Epsom Derby. Insiden tragis ini menarik perhatian dunia terhadap gerakan hak pilih perempuan.
Tahun 1920, Perjanjian Trianon resmi ditandatangani di Istana Versailles, Prancis. Perjanjian pasca-Perang Dunia Pertama ini secara drastis mengurangi wilayah kekuasaan dan populasi Kerajaan Hungaria.
Tahun 1936, Leon Blum resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Prancis. Beliau mencatatkan sejarah sebagai pemimpin sosialis pertama sekaligus perdana menteri pertama dari kalangan Yahudi di negara tersebut.
Tahun 1940, Evakuasi Dunkirk yang legendaris resmi berakhir di pantai Prancis. Operasi militer besar-besaran ini berhasil menyelamatkan ratusan ribu tentara Sekutu dari kepungan pasukan Nazi Jerman.
Tahun 1942, Pertempuran Midway yang menjadi salah satu palagan paling menentukan di Samudra Pasifik dimulai. Angkatan Laut Amerika Serikat terlibat duel sengit dengan armada kekaisaran Jepang.
Tahun 1944, pasukan Sekutu berhasil memasuki dan membebaskan kota Roma dari pendudukan fasis. Keberhasilan ini menjadi kemenangan simbolis yang sangat besar bagi moral pasukan Sekutu di Eropa.
Tahun 1970, negara kepulauan Tonga di Samudra Pasifik secara resmi meraih kemerdekaan penuh dari Britania Raya. Tonga merdeka setelah sekian lama berada di bawah status protektorat Inggris.
Tahun 1974, Malaysia dan Republik Rakyat Tiongkok sepakat membuka hubungan diplomatik resmi. Langkah ini menjadi salah satu pionir normalisasi hubungan negara Asia Tenggara dengan Tiongkok.
Tahun 1989, Tragedi Lapangan Tiananmen terjadi di Beijing, Tiongkok. Tindakan represif militer terhadap demonstran pro-demokrasi memicu gelombang kecaman keras dari dunia internasional.
Tahun 1989, pemilu semi-bebas pertama pasca-Perang Dunia Kedua digelar di Polandia. Kemenangan mutlak gerakan serikat pekerja Solidarnosc menandai awal runtuhnya rezim komunis di Eropa Timur.
Tahun 1989, sebuah ledakan gas dahsyat menghancurkan dua kereta api penumpang yang sedang melintas di dekat kota Ufa, Uni Soviet. Tragedi memilukan ini menewaskan ratusan warga sipil.
Tahun 1992, Konferensi Tingkat Tinggi Bumi atau KTT Bumi resmi dibuka di Rio de Janeiro, Brasil. Pertemuan global ini melahirkan kesepakatan penting terkait pelestarian lingkungan hidup.
Tahun 2001, Pangeran Gyanendra secara resmi naik takhta menjadi Raja Nepal yang baru. Penobatan ini terjadi di tengah suasana duka mendalam setelah pembantaian tragis keluarga kerajaan di istana.
Tahun 2004, sebuah bom mobil meledak di luar markas besar pasukan koalisi di Bagdad, Irak. Insiden ini menambah panjang daftar konflik bersenjata pasca-invasi militer di wilayah Timur Tengah.
Tahun 2009, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan pidato bersejarah berjudul Sebuah Awal yang Baru di Kairo, Mesir. Pidato tersebut bertujuan memperbaiki hubungan diplomasinya dengan dunia Islam.
Tahun 2020, unjuk rasa berskala besar melanda berbagai kota utama di Amerika Serikat terkait tuntutan keadilan rasial. Momentum ini memicu gelombang solidaritas global mengenai hak asasi manusia.
Tahun 2023, pihak berwenang di India merilis investigasi awal terkait kecelakaan kereta api tragis di Odisha. Peristiwa maut tersebut menjadi salah satu bencana transportasi kereta api terburuk pada abad ini.
Editor: Mohamad Tohir






































