24 Juni dalam Sejarah
Rabu, 24 Juni 2026 09:00 WIBOleh Tim Redaksi
Berikut adalah daftar peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 24 Juni dari masa ke masa di berbagai belahan dunia:
Tahun 1314. Pertempuran Bannockburn berakhir dengan kemenangan telak pasukan Skotlandia yang dipimpin oleh Robert the Bruce atas pasukan Inggris yang dipimpin oleh Raja Edward II. Kemenangan bersejarah ini menjadi salah satu tonggak paling krusial dalam perjuangan Skotlandia untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan wilayahnya dari penguasaan Inggris.
Tahun 1571. Laksamana Spanyol, Miguel López de Legazpi, secara resmi mendirikan kota Manila yang kini menjadi ibu kota Filipina. Legazpi menyatakan Manila sebagai ibu kota wilayah jajahan Baru Spanyol di Hindia Timur, sebuah momentum yang menandai dimulainya era kolonialisme Spanyol di kepulauan tersebut selama lebih dari tiga abad.
Tahun 1812. Pasukan Grande Armée milik Kaisar Napoleon Bonaparte resmi memulai invasi besar-besaran ke Kekaisaran Rusia dengan menyeberangi Sungai Neman. Langkah militer ambisius yang melibatkan ratusan ribu tentara ini nantinya menjadi awal dari titik balik runtuhnya kejayaan Napoleon akibat taktik bumi hangus dan musim dingin ekstrem di Rusia.
Tahun 1947. Laporan mengenai fenomena piring terbang atau UFO (Unidentified Flying Object) pertama kali mencuat secara masif ke publik dunia. Seorang pilot sipil asal Amerika Serikat, Kenneth Arnold, mengaku melihat sembilan objek terbang misterius bersinar terang yang melesat dengan kecepatan tinggi di dekat Gunung Rainier, Washington. Peristiwa ini memicu lahirnya istilah "piring terbang" di media massa.
Tahun 2010. Julia Gillard mencatatkan namanya dalam sejarah politik Australia setelah resmi dilantik sebagai Perdana Menteri perempuan pertama di negeri kangguru tersebut. Gillard naik takhta kepemimpinan setelah memenangkan pemilihan internal Partai Buruh Australia menggantikan posisi Kevin Rudd.
Tahun 2018. Pemerintah Arab Saudi secara resmi mencabut larangan mengemudi bagi kaum perempuan. Kebijakan progresif ini menjadi salah satu reformasi sosial paling bersejarah di negara tersebut, yang memberikan kebebasan bagi jutaan wanita Saudi untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan berkendara sendiri di jalan raya.






































