News Ticker
  • Bojonegoro Masuk Tahap Verifikasi PUG 2025, Wabup Nurul Paparkan Komitmen Pengarusutamaan Gender dan Inovasi Inklusif
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 6 November 2026
  • Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro Warga Blora
  • Misi Dagang Jatim-Sulsel Tembus Rp5,69 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Logistik Kawasan Timur
  • Apresiasi Musda X LDII, Pemkab Bojonegoro Dorong Penguatan SDM dan Kemitraan Sektor Pertanian
  • Sesosok Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro
  • DPRD Bojonegoro Matangkan 13 Raperda Propemperda 2027, Lindungi Kekayaan Intelektual Hingga Pangan Daerah
  • Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal, Pemkab Bojonegoro Siap Gelar Festival Geopark Bojonegoro 2026 #2
  • 5 November dalam Catatan Sejarah
  • Lomba Sains Anak Bojonegoro: Wahana untuk Menggali Potensi, Kreativitas, dan Jiwa Inovator Anak
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 05 November 2026
  • Wabup Nurul Azizah Beberkan Empat Prioritas Pembangunan Bojonegoro di Tengah Penyesuaian APBD
  • Garasi SPPG di Temayang, Bojonegoro Roboh, 2 Mobil Operasional dan 10 Motor Karyawan Tertimpa Reruntuhan
  • Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
  • Bojonegoro Raih Dua Penghargaan ATM Award 2026 di Bandung
  • BPOM Intensifkan Pengawasan Pemanis Alami Stevia Tetes, Ingatkan Batas Konsumsi Harian
  • Pemkab Bojonegoro dan Perhutani Siapkan Reboisasi Masif, Targetkan Tanam 1,8 Juta Pohon
  • Disepakati Aklamasi di Paris, Geopark Bojonegoro Direkomendasikan Jadi UNESCO Global Geopark
  • Satpol PP Bojonegoro Sosialisasikan Regulasi Cukai di Trucuk, Ajak Linmas dan Pedagang Gempur Rokok Ilegal
  • Ratusan Peserta Antusias Ikuti Vaksinasi HPV Terjangkau oleh DWP Bojonegoro
  • 4 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 04 November 2026
  • Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!
  • Pemkab dan Kwarcab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor
Jogo Bojonegoro, Kapolres Silaturahmi dengan Pengurus PSHT dan PSHW

Jogo Bojonegoro, Kapolres Silaturahmi dengan Pengurus PSHT dan PSHW

Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi pada Kamis (09/05/2019) malam, melakukan silaturahmi dengan organisasi bela diri pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW ) Cabang Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dalam rangka menjaga kedamaian dan juga keamanan serta ketertiban di Wilayah Hukum Polres Bojonegoro.
 
Bertempat di sekretariat PSHT jalan Kolonel Sugiono Kabupaten Bojonegoro, Kapolres bertemu dengan pimpinan Cabang PSHT dan PSHW Bojonegoro. Turut hadir pula Wakapolres Bojonegoro, Kasat Binmas Polres Bojonegoro dan juga Kasat Intel Polres Bojonegoro.
 
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan bahwa kamtibmas di wilayah kabupaten Bojonegoro juga menjadi tanggung jawab semua pihak.
Menurutnya, dengan adanya kejadian gesekan antara organisasi pencak silat di wilayah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, antara PSHW dan PSHT dipastikan tidak akan merambat ke wilayah Bojonegoro, dikarenakan suasana dan kondisi Bojonegoro sangat berbeda, keakraban antar dua organisasi PSHT dan PSHW di Bojonegoro selalu dan terus membangun persaudaraan.
 
"Kedua organisasi ini PSHT dan PSHW di Bojonegoro hubungan keduanya sangat harmonis, apalagi kedua pimpinanya juga menjadi pimpinan di Bojonegoro Kampung Pesilat sehingga bisa mengakomodir dari masing masing perguruan untuk terus menciptakan perdamaian diantara warga pencak silat baik PSHT dan PSHW maupun organisasi yang lain," tutur Kapolres.
 
AKBP Ary Fadli memastikan hubungan baik kedua organisasi PSHT dan PSHW di Bojonegoro ini akan dapat membantu untuk keamanan dan juga kedamaian serta ketertiban di wilayah Bojonegoro. Dengan Persaudaraan yang terus dibangun oleh semua perguruan Pencak Silat di Bojonegoro diharapkan juga menjadi pioner pembangunan dan masa depan Bojonegoro yang lebih baik.
 
"Dengan adanya kampung pesilat kami yakin dan berharap agar Bojonegoro akan terus kondusif dari gangguan keamanan dan ketertiban," kata Kapolres.
 
Lebih lanjut Kapolres juga berpesan kepada para pengurus dalam menyikapi kabar atau informasi di medsos, yang belum diketahui kejelasannya.
 
“Untuk menjadi perhatian, agar masyarakat tidak langsung menerima mentah mentah terkait adanya isu isu yang dibuat oleh orang orang yang tidak diketahui, dengan menyebarkan informasi yang dapat membuat keresahan dan ketidak nyamanan masyarakat.” kata Kapolres berpesan.
 
 
 
 

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi saat melakukan silaturahmi dengan organisasi bela diri pencak silat PSHT dan PSHW Cabang Bojonegoro. Kamis ((09/05/2019)

 
Sementara itu Ketua PSHT Cabang Bojonegoro Wahyu Subagdiono mengatakan bahwa kondisi Organisasi Pencak silat di Bojonegoro berbeda dengan dibeberapa daerah lain, karena dengan adanya BKP, bisa menjadikan dan menciptakan kerukunan anggota pencak silat.
 
Dengan seringnya kegiatan dan pertemuan antar perguruan silat baik melalui jalur BKP dan jalur IPSI maka dapat membangun kerukunan antar warga dan anggota pencak silat di Bojonegoro.
 
"Kita terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dan juga kepada pimpinan pencak silat di Bojonegoro, apalagi saya dan ketua Cabang PSHW hampir setiap hari berkomunikasi karena saya sebagai ketua IPSI Bojonegoro dan beliau sebagai sekretarisnya pasti tidak lepas komunikasi," kata Wahyu Subakdiono.
 
 
Ketua Cabang PSHW Bojonegoro, Sasmito juga menyatakan hal yang sama dengan adanya BKP kondisi pencak silat di Bojonegoro sangat berbeda dengan daerah lain, adanya BKP sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat Bojonegoro.
 
"Jika memang ada riuh kecil dilapangan oleh oknum oknum berharap bisa diselesaikan ditingkat BKP dan organisasi masing masing, kecuali pelanggaran hukum berat," tuturnya..
 
Sasmito juga berharap dengan adanya beberapa konflik di luar Bojonegoro tidak akan berdampak di Bojonegoro, apalagi postingan postingan yang ada di media sosial jangan sampai menjadi ajuan dan langsung mempercayainya, karena informasi apapun yang masuk harus di cerna terlebih dahulu dan jangan sampai menjadi provokasi dimasyarakat.
 
"Bahayanya medsos sangat kuat karena berawal dari postingan yang tidak sepenuhnya dan hanya setengah setengah dan tidak mengetahui kebenarannya bisa menjadi masalah jika diteruskan dan akhirnya menjadi dampak buruk," tambah sasmito.
 
Dirinya berharap dan mengajak semua untuk bijak menanggapi segala bentuk postingan di medsos apalagi yang berhubungan dengan provokasi dan konflik sehingga bisa menjadikan Bojonegoro lebih kondusif. (*/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793927583.347 at start, 1793927583.7974 at end, 0.45044803619385 sec elapsed