Dokter Gizi Ungkap Manfaat Gula Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Diet Berat Badan
Minggu, 01 November 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Gula stevia semakin diminati sebagai pemanis alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula pasir, khususnya para penderita diabetes dan pelaku program penanganan berat badan (weight management). Pemanis alami yang diekstrak dari daun stevia ini diketahui memiliki kandungan kalori yang sangat rendah hingga nol kalori, sehingga tidak memicu lonjakan kadar gula darah.
Berbeda dengan gula biasa, stevia mengandung senyawa glikosida steviol yang memberikan rasa manis alami namun tidak dicerna oleh enzim pencernaan manusia. Selain hanya membutuhkan pemakaian dalam jumlah yang sangat sedikit, kalorinya tidak mudah terserap oleh tubuh sehingga sering dikategorikan sebagai pemanis nol kalori.
Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, menjelaskan bahwa stevia sangat baik digunakan bagi pengidap diabetes maupun masyarakat yang sedang menjaga berat badan, selama produk yang dikonsumsi benar-benar murni.
"Sebenarnya kalau kayak punya penyakit diabetes atau memang dia pengen weight management ya, itu sebenarnya bagus. Karena memang kan tadi 0 kalori, kalau memang bener-bener stevia isinya. Bener-bener 0 kalori, glukosa juga tidak langsung spike," terang dr. Yaze.
Ia menerangkan bahwa stevia murni tidak memberikan pasokan energi tambahan bagi tubuh, sehingga sangat efektif menjaga kestabilan kadar gula darah tetap landai dan tidak melonjak secara drastis.
"Jadi akhirnya dia bikin gula darah dalam tubuh kita itu ya ini aja, landai aja, stabil aja. Nggak bikin gula darah tiba-tiba langsung jadi 200-300. Terus kalau misalnya kita mau weight management, memang kalori yang masuk jadinya kan lebih sedikit dibandingkan kalau kita pakai gula pasir," jelasnya.
Kendati demikian, dr. Yaze mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membaca tabel komposisi pada kemasan produk stevia di pasaran. Pasalnya, beberapa produk pemanis komersial kerap mencampurkan stevia dengan pemanis buatan lain seperti sukralosa maupun neotam.
Ia menambahkan bahwa pemanis buatan pendamping tersebut pada dasarnya aman dikonsumsi selama tidak melebihi batas acceptable daily intake (ADI). Sukralosa memiliki batas aman konsumsi harian sebesar 15 mg per kilogram berat badan, sedangkan neotam sebesar 2 mg per kilogram berat badan.
"Karena kan kita nggak tahu nih, produk itu yang dicek kan cuman gulanya aja. Harusnya cek juga kadar stevianya. Bener ada apa nggak, gitu. Harusnya kita cek juga. Jadi belum tentu dia palsu. Siapa tahu memang ada stevianya, tapi kadarnya berapa persen," pungkasnya.







































