Pemkab Bojonegoro Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis, Wabup Nurul Sebut AHH Naik Jadi 75 Tahun
Selasa, 03 November 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor DWP pada Selasa (03/11/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembukaan rangkaian program DWP Sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan ke-27, yang ditandai dengan pelaksanaan Vaksinasi HPV secara masal untuk pencegahan kanker leher rahim (serviks).
Dalam arahannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan bahwa sektor kesehatan di Kabupaten Bojonegoro mengalami lompatan besar. Pemkab Bojonegoro berfokus penuh pada pengembangan fasilitas kesehatan modern serta penyediaan jaminan layanan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.
"RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo kini dilengkapi fasilitas layanan jantung terbaik nomor dua di Jawa Timur dan meraih penghargaan Penanganan Jantung Terbaik No. 3 Tingkat Nasional," ungkap Nurul Azizah.
Wabup menambahkan, berbagai program kesehatan yang terintegrasi secara masif ini terbukti mendongkrak Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro secara signifikan, yakni meningkat dari 73 tahun pada 2023 menjadi 75 tahun 2 bulan pada 2026.
Selain penanganan penyakit jantung, Pemkab Bojonegoro juga menghadirkan pengobatan stroke terjangkau melalui terapi pembuluh darah (Digital Subtraction Angiography/DSA) di RSUD Sosodoro dengan tarif Rp1,5 juta hingga Rp6 juta. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan rumah sakit luar daerah yang berkisar Rp50 juta hingga Rp70 juta.
Tak hanya itu, mulai Januari 2027 mendatang, Pemkab Bojonegoro dipastikan memberlakukan program cuci darah (hemodialisa) gratis di seluruh RSUD milik Pemkab Bojonegoro, meliputi RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Temayang, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, dan RSUD Kepohbaru melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Fasilitas ini disiapkan agar 146 pasien cuci darah rutin asal Bojonegoro tak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, memberikan apresiasi mendalam atas sinergi terpadu antara DWP Bojonegoro, DWP Pusat, PT Bio Farma, serta para tenaga kesehatan yang telah menghadirkan program berdampak nyata bagi kaum perempuan.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan biasa, melainkan bentuk kepedulian nyata, edukasi, sekaligus investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan. Perempuan memiliki peran sentral sebagai madrasatul ula (pendidik pertama anak), penguat benteng keluarga, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan," jelas Cantika.
Dalam kesempatan tersebut, Cantika Wahono merinci tiga poin utama penguatan peran perempuan Bojonegoro, yaitu membangun kesadaran deteksi dini melalui pemanfaatan skrining dan vaksinasi HPV guna mencegah kanker serviks, menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing, serta menjadikan DWP sebagai wadah peka sosial yang mengedukasi pentingnya merawat kesehatan mental (self-care).
“Kami mendorong lebih dari 200 peserta DWP yang hadir untuk menjadi juru bicara edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing agar tidak ada lagi perempuan yang ragu atau menunda pemeriksaan,” tegas Cantika.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir





































