Program Polisi Jogo Sekolah
Polisi Ingatkan Bahaya Narkoba Berbentuk Jajanan Ringan ke Pelajar di SMPN 2 Sumberrejo
Jumat, 30 Oktober 2026 13:00 WIBOleh
Bojonegoro - Kepolisian Sektor (Polsek) Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba di SMPN 2 Sumberrejo, Jumat (30/10/2026) pagi.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 siswa dan siswi tersebut merupakan kerja sama pihak sekolah dengan kepolisian untuk mencegah tindak pidana penggunaan dan peredaran narkoba di sekolah.
Dalam penyuluhan itu, Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo yang juga bertugas sebagai Polisi Jogo Sekolah, Aipda Achmad Wahyudin menyampaikan bahwa saat ini peredaran narkoba sudah mulai menyasar tingkat sekolah dengan modus yang menyerupai makanan anak-anak.
Menurut pria yang akrab disapa Yudi ini, narkoba kini tidak hanya berbentuk pil atau serbuk, tetapi juga dikemas dalam bentuk permen dan jajanan ringan yang biasa dijual di lingkungan sekolah.
"Salah satu ciri makanan yang mengandung narkoba adalah dikemas menarik serta memiliki warna yang mencolok," ujar Yudi.
Ia menjelaskan, efek narkoba di antaranya menimbulkan halusinasi dan rasa candu. Kondisi tersebut bisa muncul akibat menghirup aroma dari bahan adiktif, baik buatan maupun alami yang ada di sekitar.
Sebagai contoh, untuk bahan buatan seperti aroma lem dan bensin. Sementara bahan alami seperti bunga kecubung dan jamur teletong atau jamur yang tumbuh dari kotoran sapi.
"Selain itu, nikotin dari rokok juga bisa menyebabkan efek halusinasi dan candu. Untuk itu rokok juga bisa menjadi pintu masuk kita bersentuhan dengan narkoba," imbuhnya.
Selain materi utama tentang bahaya narkoba, kegiatan tersebut juga diisi materi tentang bahaya penyalahgunaan media sosial, perundungan atau bullying, serta tertib berkendara dan berlalu lintas di jalan raya. Materi tersebut disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Sumberrejo, Aiptu Ngali.
Program Polisi Jogo Sekolah sendiri merupakan terobosan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Dekananto Eko Purwono. Program ini menempatkan satu personel polisi sebagai pembina di setiap sekolah.
Tujuannya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bebas dari kekerasan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif.
Fokus program tersebut meliputi pencegahan perundungan, antisipasi kenakalan remaja, pemberantasan narkoba dan judi online, serta peran polisi sebagai sahabat dan pendamping. Dalam konsep ini, polisi hadir bukan hanya untuk menindak pelanggaran, melainkan menjadi mitra, pendamping, dan orang tua asuh bagi para siswa.
Reporter Tim Redaksi
Editor Mohamad Tohir
Publisher Mohamad Tohir







































