Jalan Kaki Sehat, Tapi Hindari 5 Kesalahan Ini agar Manfaatnya Maksimal
Jumat, 29 Mei 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jalan kaki sering dianggap cara sederhana untuk menggerakkan tubuh dan menjernihkan pikiran. Namun, jika dilakukan tanpa memperhatikan cara yang benar, aktivitas ini justru bisa menimbulkan kerugian dibanding manfaatnya.
Penulis buku Walk, Dr Milica McDowell, menekankan pentingnya panduan agar jalan kaki memberikan hasil optimal.
“Berjalan kaki memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa untuk kesejahteraan Anda hari ini dan umur panjang Anda di masa depan,” katanya.
Menurutnya, aktivitas ini meningkatkan hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari pencernaan, muskuloskeletal, kesehatan mental, hingga hormon, sehingga memiliki kekuatan besar untuk membantu mengoptimalkan kondisi seseorang.
Jalan kaki juga mendukung penurunan berat badan karena termasuk olahraga low impact dengan intensitas rendah. Selain itu, aktivitas ini dapat meningkatkan kreativitas dan mengurangi stres. Sayangnya, sejumlah kesalahan umum sering membuat manfaat jalan kaki berkurang.
Salah satu kesalahan yang disorot McDowell adalah berjalan kaki sambil bermain ponsel. Kebiasaan scrolling layar saat berjalan dinilai berbahaya karena mengurangi kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
"Anda bisa menginjak lubang di jalan. Anda bisa tertabrak mobil. Anda bisa tersandung sesuatu. Anda bisa menabrak seseorang,” ujarnya.
Ia juga menyebut kebiasaan ini sebagai krisis kesehatan masyarakat karena posisi leher yang terus menunduk membuat kepala terasa lebih berat, terutama bagi yang sudah merasakan nyeri leher, punggung, atau bahu.
#adsense#
Pemilihan alas kaki yang tidak tepat juga menjadi masalah. McDowell merekomendasikan sepatu khusus berjalan yang memiliki bagian depan lebar agar jari-jari kaki dapat bergerak bebas. Ruang di antara jari kaki, menurutnya, mengaktifkan lebih banyak otot kaki dan menciptakan pola berjalan yang lebih sehat.
Selain itu, berjalan kaki tidak boleh menjadi satu-satunya bentuk olahraga. McDowell mengingatkan pentingnya menyeimbangkan rutinitas dengan latihan kekuatan dan jenis gerakan lain untuk mencegah cedera, meningkatkan keseimbangan, dan membangun kebugaran.
“Suatu pilar kesehatan mencakup minum air yang cukup, mengonsumsi nutrisi yang sehat, dan tidur yang cukup - dan berjalan kaki dapat ditambahkan ke aktivitas lainnya,” katanya.
Kecepatan berjalan juga perlu diperhatikan. McDowell menyebut kecepatan berjalan sebagai salah satu tanda vital kesehatan. Penurunan kecepatan bisa menjadi sinyal kondisi kesehatan mendasar hingga tujuh tahun sebelum muncul. Meski kebanyakan orang berjalan sekitar 90-100 langkah per menit, ia menyarankan peningkatan ke 120-130 langkah per menit untuk mendapatkan manfaat lebih besar, termasuk pembakaran kalori lebih tinggi bagi yang sedang menurunkan berat badan.
Terakhir, konsistensi menjadi kunci. Berjalan kaki setiap hari memberi manfaat lebih besar dibanding hanya sekali atau dua kali seminggu.
“Setiap orang berada di tahap yang berbeda dalam perjalanan berjalan kaki mereka,” ujarnya.
McDowell juga mengingatkan agar tidak terpaku pada target 10.000 langkah per hari karena itu hanyalah mitos pemasaran. Cukup temukan jumlah langkah yang cocok, misalnya antara 5.500 hingga 7.500.
McDowell menyimpulkan bahwa perjalanan jalan kaki harus efisien.
“Anda tidak perlu memaksakan diri di gym. Anda tidak perlu sampai berkeringat deras. Ini adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan dalam jangka waktu tertentu sepanjang hari, ‘camilan’ kecil yang semuanya akan memberikan hasil, atau Anda dapat berjalan kaki lebih lama tergantung pada waktu yang tersedia.”
Editor Mohamad Tohir






































