News Ticker
  • Limbah Kayu Jati Diubah Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
  • Sat Lantas Polres Blora Tindak 3.000 Lebih Pelanggaran Selama Operasi Zebra Candi 2018
  • Sikap
  • Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019 Sebanyak 20 Hari
  • Bojonegoro Jadi Sentra Pelayanan Kesehatan Jatim Barat, Mungkinkah?
  • Tutup TMMD di Bojonegoro, Ini Pesan Letkol Arh Redinal
  • Usai Ijab Kabul, Tahanan Asal Grabagan Tuban Ini Kembali ke Bui
  • 12 Mempelai Ikut Nikah Massal di Masjid Agung Tuban
  • Optimistis
  • HKN ke 54, Bupati Blora Minta Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan
  • Kirab Hari Jadi Kabupaten Tuban Ke 725 untuk Melestarikan Budaya
  • Kirab Budaya Pemuda Tuban Bersatu Berlangsung Meriah
  • Jangan Lewatkan Pameran Bursa Kerja Bojonegoro 2018, 10 Ribu Lowongan Menanti
  • Kenangan
  • KPUD Tuban Sosialisasi Pemilu pada Penyandang Disabilitas
  • 163 Siswa SD/MI Ikuti Try Out Akbar di Rumah Belajar YKIB
  • Semarak, Ratusan Warga Berebut Gunungan Belimbing
  • Ditubruk Motor Seorang Anak di Kanor Bojonegoro Luka Berat
  • Tabrak Lari di Baureno Bojonegoro, Seorang Luka Berat, Seorang Lainnya Meninggal Dunia
  • Bupati Blora dan Pimpinan Dewan Sepakati KUA PPAS RAPBD 2019
Pemkab Ingin Jadikan Blora Kabupaten Seni dan Sastra

Pemkab Ingin Jadikan Blora Kabupaten Seni dan Sastra

Oleh Priyo Spd

Blora - Opening ceremony Indonesia Festival "Cerita dari Blora" resmi dibuka oleh Wakil Bupati Blora Arief Rohman dengan ditandai pemukulan gong  dan akan digelar mulai 12 sampai 15 September mendatang. Diharapkan dari kegiatan ini Pemkab Blora lebih terkenal dan bisa menjadi kabupaten seni dan sastra.

Ketua Panitia Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora Kunto Aji dalam laporannya mengatakan rangkaian kegiatan cerita dari Blora  akan di laksanakan dari tanggal 12-15 September dengan sejumlah kegiatan kegiatan mengenai sastra dan seni.

"Acaranya nanti ada banyak, tidak hanya di rumah Pram, di sejumlah tempat juga ada acara mulai dari workshop wayang krucil, diklat prosa,bedah buku hingga acara lainnya," jelas Kunto Aji pada Rabu malam (12/09/2018).

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan dipilihnya Blora sebagai tuan rumah cerita dari Blora  merupakan bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada figur tokoh sastra besar kelahiran asli Blora, Pramoedya Ananta Toer dan bentuk kepedulian, rasa tanggung jawab, penggalian nilai, pelestarian.

"Pramoedya semasa berkarya telah menghasilkan 50 karya yang diterjemahkan di dalam 52 bahas asing tentu ini sangat luar biasa, jadi Pram milik semuanya, baik dunia, Indonesia dan keluarga," ungkap Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat acara pembukaan.

Arief menjelaskan Blora merupakan salah satu kabupaten/kota yang terpilih untuk menyelenggarakan festival kebudayaan dan menjadi bagian dari platform Indonesia akan hadir dengan festival folklor bertajuk Cerita dari Blora. Cerita dari Blora identik dengan sosok Pramoedya Ananta Toer dan merupakan kumpulan cerita pendek karyanya.

Festival folklor Cerita dari Blora mengangkat dan mengekspresikan khazanah seni, budaya dan sastra di daerah Blora, termasuk di dalamnya cerpen Cerita Dari Blora karya Pram.

"Jadi Pemkab Blora memberi apresiasi atas torehan yang diraih Pram selama ini. Kami bertekad untuk menjadikan Blora sebagai kabupaten seni dan sastra. Semoga even ini bisa menjadi tombak munculnya penulis penulis besar seperti Pram dimasa mendatang," harapnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sri Hartini mengaku tahun ini Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten yang menjadi tuan rumah Indonesiana yang diselengarakan Kementerian Kebudayaan.

"Saya kira semua warga Blora pasti bangga karena ada sastrawan dunia yang lahir di Blora dan tentu ini perlu dikenang, tahun ini Blora jadi prioritas program Indonesiana, semua harus meresapi,dan bersama mengangkat karya cerita dari Blora," imbuhnya.

Dirinya menambahkan dalam acara ini juga ada daerah lain yang didukung oleh platform Indonesiana untuk tahun 2018 yang diantaranya International Gamelan Festival Solo, Gaung Sintuvu dari Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah, Festival Fulan Fehan Belu, Festival Budaya Saman, Festival Seni Multatuli, Silek Arts Festival, Festival Folklor Blora, Festival Tenun Nusantara, Amboina International Bamboo Music Festival.

"Dan di Blora ini sangat luar biasa semua berkumpul dari anak anak hingga orang tua, ini menandakan semua sangat bangga, saya berharap masyarakat bisa ikut melestarikan kearifan lokal yang sudah ada dan bisa menjadikan tombak munculnya sastra sastra penerus Pramoedya," harapnya.

Dalam acara ceremony Indonesiana ini juga dimeriahkan barongan risang guntur seto, treatrikal bumi manusia, tari guyub Samin dan musikalisasi puisi Hanindiawan dan berjalan lancar hingga akhir acara. (teg/kik)

   

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Kesultanan Melaka dan Konstitusi Malaysia

Oleh Muhammad Roqib Kuliah tamu bersama Dr Norazlina binti Abdul Azis dari Faculty Law UITM Malaysia di Pascasarjana Ilmu Hukum ...

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

Opini

Generasi Muda dalam Jeratan Kapitalisme Liberal

*Oleh Rizki Amelia Kurnia Dewi SIKom PEMUDA adalah tonggak perubahan bangsa. Di pundak-pundak merekalah masa depan bangsa digantungkan. Pemuda sejatinya ...

Quote

Sikap

Sikap

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Sikap dapat diartikan pikiran dan perasaan seseorang yang membentuk perilaku suka atau tidak suka, ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Hukum Nikah Sirri

Hukum Nikah Sirri

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes. Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, ...

Infotorial

Program Peningkatan Literasi Siswa

Program Peningkatan Literasi Siswa

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) gelar kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Bukit Kunci di Blora, Jadi Tempat Pemburu Sunrise

Oleh Priyo Spd Blora - Panorama indah matahari pagi (sunrise) dan pemandangan Gunung Lawu di pagi hari menjadikan salah suasana ...

Statistik

Hari ini

1.372 kunjungan

2.187 halaman dibuka

39 pengunjung online

Bulan ini

50.976 kunjungan

92.029 halaman dibuka

Tahun ini

1.180.570 kunjungan

2.077.895 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 627.390

Indonesia: 11.567

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015