Lewat TMMD, Pemkab Bojonegoro dan TNI Dorong Pemberdayaan Perempuan Melalui Olahan Pangan Lokal
Sabtu, 25 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar sektor pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, sosialisasi dan pelatihan bagi penerima manfaat Program Jatim Puspa digelar di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, pada Kamis (23/07/2026).
Para peserta yang berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Kedungadem dibekali keterampilan mengolah komoditas pertanian lokal menjadi produk pangan bernilai jual tinggi guna menopang ekonomi rumah tangga.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Bojonegoro, M. Agus Alim, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas agar program bantuan pemerintah tidak terhenti di tengah jalan, khususnya dalam mendorong peran perempuan di dunia wirausaha.
"Pelatihan ini bertujuan memberdayakan perempuan-perempuan hebat di wilayah Kecamatan Kedungadem. Kami ingin memberikan pengetahuan, keterampilan, sekaligus semangat berwirausaha agar usaha yang sudah berjalan semakin berkembang," ujarnya.
Agus menambahkan, pendampingan ini dilakukan guna memastikan para penerima manfaat memiliki kemandirian dalam mengelola usahanya secara berkelanjutan.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa menjadi motivasi untuk mengembangkan usaha maupun membuka usaha baru, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," tambahnya.
Dalam sesi praktik, instruktur pelatihan dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih atau Kristin Gading, membimbing peserta membuat donat berbahan labu kuning (waluh) serta nagasari pisang. Pemanfaatan bahan baku yang melimpah di Desa Kesongo ini dinilai efektif menekan biaya produksi sekaligus meminimalisasi kerugian saat harga panen anjlok.
"Harapannya, peserta mampu memanfaatkan hasil pertanian lokal yang melimpah. Saat panen raya harga sering turun, sehingga melalui produk olahan ini nilainya bisa meningkat dan pendapatan keluarga juga bertambah," jelas Kristin.
Dukungan serupa disampaikan Camat Kedungadem, Sahlan. Ia menyebut bahwa hadirnya TMMD menjadi momentum berharga untuk mengasah kualitas sumber daya manusia di pedesaan.
"TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi masyarakat," katanya.
Sahlan membocorkan bahwa kawasan sekitar Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kesongo ke depan bakal diproyeksikan sebagai kawasan rest area. Momen tersebut menjadi peluang besar bagi kelompok perempuan dan pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk olahannya, sehingga kualitas rasa, kemasan, hingga pemasaran perlu terus dipoles.
Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menyampaikan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian dan daya saing ekonomi bagi warga di lokasi sasaran TMMD.





































