Penanganan Usus Buntu Tidak Selalu Lewat Operasi, Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Jumat, 14 Agustus 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Penyakit usus buntu atau apendisitis selama ini kerap diidentikkan dengan tindakan pembedahan. Banyak masyarakat mengira begitu diagnosis usus buntu ditegakkan, pembedahan pengangkatan apendiks yang meradang menjadi satu-satunya jalan keluar.
Padahal, pada kondisi tertentu, penyakit usus buntu dapat ditangani tanpa jalur operasi. Kendati demikian, opsi medis ini tidak bisa diterapkan kepada seluruh pasien dan wajib melalui tahapan pemeriksaan dokter secara cermat.
Spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals dr Vardian Mahardika M Biomed SpPD AIFO-K menjelaskan bahwa apendisitis terbagi menjadi dua kategori utama, yakni uncomplicated atau sederhana dan complicated atau komplikasi.
"Kalau uncomplicated, artinya meradang tapi belum pecah atau membentuk abses. Pada pasien terpilih, antibiotik tanpa operasi ini bisa menjadi pilihan. Tetapi tetap ada risiko untuk kambuh dan suatu saat membutuhkan operasi," kata dr Dika.
Sebaliknya, apabila kondisi usus buntu sudah tergolong complicated seperti mengalami perforasi atau pecah, pembentukan abses, hingga penyebaran infeksi, maka tindakan medis yang diambil akan jauh lebih agresif.
"Operasi pengangkatan apendiks, terutama dengan cara laparoskopi tetap merupakan terapi bedah standar," katanya.
dr Dika menambahkan, indikasi peradangan apendiks umumnya terlihat pada hasil pemindaian CT-Scan berupa gambaran lingkaran berlapis yang khas.
"Ini yang disebut target or doughnut sign dan merupakan tanda yang mendukung appendicitis," kata dr Dika.
Ia memaparkan bahwa organ apendiks yang normal umumnya berbentuk tabung kecil yang bisa ditekan dengan ketebalan dinding serta diameter luar tak melebihi 6 milimeter. Meski demikian, penegakan diagnosis tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh dan tidak bisa hanya mengandalkan satu tanda pemeriksaan pencitraan semata.
Editor: Mohamad Tohir









































