Sering Diabaikan, Ini 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Diet Gagal dan Lemak Membandel
Rabu, 02 September 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Upaya menurunkan berat badan sering kali hanya berfokus pada pembatasan asupan kalori harian. Padahal, pola hidup dan kebiasaan sehari-hari memegang peranan kunci yang kerap menentukan keberhasilan program diet seseorang.
Dikutip dari Hindustan Times, ahli nutrisi asal India, Sudiksha, mengungkapkan bahwa tumpukan lemak terutama di area perut dan pinggul wanita tidak selalu dipicu oleh kalori makanan, melainkan akibat gangguan hormon, stres, serta kebiasaan harian yang menempatkan tubuh dalam mode penyimpanan lemak.
Berikut enam kebiasaan yang terlihat sepele namun dapat menghambat penurunan berat badan:
- Melewatkan Waktu Makan: Membiarkan perut kosong terlalu lama justru memicu kenaikan hormon kortisol dan membuat tubuh masuk ke mode bertahan hidup, sehingga lemak tersimpan di perut sebagai perlindungan.
- Tidur di Atas Jam 12 Malam: Kebiasaan begadang mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memperlambat kinerja hormon pembakar lemak seperti leptin dan tiroid.
- Stres Kronis: Kadar stres mental yang tinggi meningkatkan kortisol secara fisik, di mana lokasi utama penyimpanan lemak akibat kortisol berada di area perut.
- Mengonsumsi Camilan "Sehat" Tinggi Gula: Olahan kemasan seperti granola, protein bar, hingga biskuit diet kerap mengandung gula tersembunyi yang dapat melonjakkan kadar insulin.
- Makan Karena Emosi (Emotional Eating): Dorongan makan saat stres merupakan respons sistem saraf yang berbeban tinggi untuk meredakan ketegangan melalui karbohidrat.
- Kurang Menenangkan Sistem Saraf: Jika saraf vagus tidak pernah diberi waktu untuk tenang, tubuh enggan melepaskan cadangan lemak yang tersimpan meski pola makan sudah dijaga ketat.
Sudiksha menegaskan bahwa tubuh manusia tidak keras kepala, melainkan sedang berusaha melindungi diri. Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan harian tersebut secara bertahap akan membantu menyeimbangkan hormon dan mengoptimalkan proses pembakaran lemak.
Editor: Mohamad Tohir














































