Waspadai Bahaya Radiasi Layar Gawai, Jaga Mata Yuk!
Rabu, 09 September 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Penggunaan perangkat elektronik seperti komputer dan telepon pintar secara berlebihan kini menjadi salah satu pemicu utama munculnya masalah kesehatan mata di masyarakat. Paparan sinar biru (blue light) dan paparan layar dalam durasi lama berpotensi memicu gangguan Computer Vision Syndrome (CVS) atau kelelahan mata digital.
Profesor Chris Lohmann yang bekerja di rumah sakit Universitas Teknik München, Jerman, mengatakan kebiasaan ini meningkatkan risiko berkurangnya ketajaman penglihatan jarak jauh.
"Biasanya, kita mengedipkan mata setiap 10 detik. Tapi jika menatap layar, kita hanya kedip setiap 30 atau 40 detik," ujar Profesor Chris Lohmann.
Berkurangnya refleks berkedip membuat mata lelah. Lapisan air mata terkoyak, dan mata mulai terasa gatal atau kering. Mata pun kehilangan kemampuan untuk berfokus. Kebiasaan melihat dekat dengan menggunakan gadget, berisiko terhadap mata lelah yang bila dilakukan terus menerus akan berisiko terhadap gangguan penglihatan.
Adapun gejala awal kelelahan mata sering kali dianggap sepele oleh masyarakat. Ciri-ciri umum yang kerap muncul di antaranya mata terasa kering, perih, pandangan kabur secara berkala, hingga sakit kepala di sekitar area dahi dan pelipis.
Untuk mencegah kerusakan fungsi penglihatan, para ahli medis menyarankan masyarakat menerapkan aturan 20-20-20 saat bekerja di depan layar gawai. Metode ini dilakukan dengan cara mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali, lalu mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik.
Selain mengistirahatkan mata secara berkala, pencahayaan ruang kerja dan jarak pandang ke layar juga memegang peranan penting. Jarak aman antara mata dan layar gawai idealnya berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter dengan posisi layar sedikit lebih rendah dari garis lurus mata.
Langkah pencegahan dari dalam juga perlu ditunjang melalui pola makan seimbang. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta asam lemak omega-3 seperti wortel, sayuran hijau, dan ikan terbukti efektif menjaga kelembapan jaringan kornea mata.
Pemeriksaan mata secara rutin minimal satu tahun sekali juga sangat dianjurkan, terutama bagi pekerja kantoran dan anak-anak, guna mendeteksi potensi gangguan refraksi mata sejak dini.
Editor: Mohamad Tohir






































