Dorong Program Prioritas Daerah, TP PKK Bojonegoro Tinjau Potensi Mandiri Warga Gedongarum Kanor
Jumat, 28 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Upaya menyelaraskan program kerja organisasi dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus dimatangkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro. Pembinaan berbasis penguatan potensi desa tersebut dilakukan saat TP PKK berkunjung ke Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kamis (27/08/2026) kemarin.
Dalam kunjungan lapangan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono memantau langsung peternakan ayam petelur mandiri milik Mujianto yang mengelola 96 ekor ayam sebagai bagian dari pengembangan program GAYATRI, sentra home industry keripik pisang Haza Food, Rumah Disabilitas, fasilitas PAUD, hingga layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Temanya ada empat. Pertama pengembangan GAYATRI, kalau GAYATRI merupakan program Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, tetapi yang kita lihat di sini adalah pengembangan GAYATRI yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat,” kata Cantika Wahono.
Fokus kedua yang menjadi prioritas pendampingan adalah intervensi pencegahan stunting. Meski angka stunting di Bojonegoro menunjukkan tren penurunan, Cantika menegaskan pentingnya pemantauan berkala agar tidak muncul kasus baru yang berpotensi memutus kualitas tumbuh kembang generasi muda.
“Stunting di Bojonegoro angkanya turun. Harapan kita angka stunting terus kita tekan, jangan sampai muncul kasus stunting baru. Karena stunting ini efeknya seperti mata rantai, bisa berdampak pada kesehatan, kecerdasan, hingga produktivitas,” jelasnya.
Selain itu, TP PKK mendorong penguatan kebiasaan hidup sehat melalui edukasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dimulai dari tingkatan keluarga, guna melindungi anak-anak dari paparan asap rokok di lingkungan rumah.
“Kawasan tanpa rokok kita mulai bangun kesadarannya mulai dari rumah, agar menjadi lingkungan sehat dan bebas paparan asap rokok, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan optimal,” tutur Cantika.
Poin prioritas berikutnya berpatokan pada integrasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TP PKK yang diterapkan secara terukur melalui pendataan presisi di tiap kelompok kerja (Pokja). Implementasi data tersebut digunakan untuk memetakan penanganan masalah sosial dan kesehatan lewat kerja sama lintas sektor.
“Berbasis data juga, berapa anak stunting dan sebagainya. Kolaborasi lintas sektor juga kita lakukan,” tambahnya.
Pada sektor ekonomi warga, TP PKK mengawal penguatan kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu meningkatkan skala bisnisnya. Pendampingan legalitas menjadi instrumen utama dalam mendorong kemandirian UMKM desa.
“Untuk NIB, pendaftaran merek, UMKM halal, kita kerja sama lintas sektor untuk UMKM naik kelas. Ke depan juga semoga ada bimbingan teknis,” ungkapnya.
Melalui pembinaan terpadu di Desa Gedongarum ini, seluruh jajaran PKK diharapkan mampu memperkuat keterpaduan langkah bersama pemerintah daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara berkelanjutan.
“Ini sudah sejalan semua dengan prioritas Pemkab. Akan kita lakukan kolaborasi dan sinergi agar tercapai Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.














































