Ketuk Pintu Langit Mohon Turun Hujan, Pemkab dan Umat Islam Bojonegoro Gelar Salat Istisqa
Rabu, 21 Oktober 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama ratusan umat Islam menggelar Salat Istisqa di Masjid Baabus Shofa pada Selasa (20/10/2026). Ibadah sunah ini dilaksanakan sebagai ikhtiar keagamaan memohon diturunkannya hujan di tengah ancaman kekeringan yang kian meluas.
Jalannya ibadah berlangsung khusyuk dipimpin oleh KH Alamul Huda Masyhur sebagai imam, serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Dr. Amanulloh, sebagai khatib. Hadir dalam saf depan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran OPD, hingga warga setempat.
Dalam khutbahnya, Kepala Kemenag Dr. Amanulloh menegaskan bahwa hujan merupakan bentuk rahmat dan kasih sayang Allah SWT, sehingga umat manusia diimbau memperbanyak istigfar serta introspeksi diri.
“Mohonlah kalian kepada Tuhanmu. Hari ini kita bersama Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan masyarakat Bojonegoro mengetuk pintu langit agar hujan turun di Kabupaten Bojonegoro. Semoga doa kita dikabulkan Allah SWT,” ungkapnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa gelaran ibadah bersama ini didasari keprihatinan atas sengatan cuaca panas yang kini mulai berdampak langsung pada penurunan pasokan air bersih warga.
“Cuaca sangat panas, suhu di Kabupaten Bojonegoro mencapai 38 derajat Celsius, sedangkan di wilayah Gayam dan Kawengan mencapai 39 derajat Celsius. Tentu ini berdampak pada kekeringan,” ungkapnya.
Mengingat prakiraan musim hujan baru akan berlangsung merata pada awal tahun depan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta saling bergotong royong membantu daerah yang krisis air.
“Mari kita sama-sama berdoa, bermunajat, memperbanyak istighfar, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan terus saling membantu serta bergotong royong untuk mengatasi berbagai kesulitan, khususnya air. Semoga setelah ini kita diberikan hujan yang penuh keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menjelaskan pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan arahan langsung Bupati sebagai bentuk kepasrahan sekaligus ikhtiar bersama seluruh elemen di Bojonegoro.
“Bapak Bupati berpesan agar ke depan masjid ini menjadi masjid yang modern dan memiliki dampak terhadap perekonomian. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang melintasi Bojonegoro,” jelasnya.
Seusai penutupan doa dan rangkaian salat, pimpinan daerah tampak berbaur ramah serta berswafoto bersama jemaah. Momen kebersamaan tersebut menutup prosesi ibadah dengan harapan besar agar hujan berkah segera mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mulyanto
Publisher: Imam Nurcahyo







































