News Ticker
  • Adopsi Roadmap Zero Waste, TPS3R Sudu, Bojonegoro Matangkan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
  • UKM Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro Gelar MULMEDFEST #1, Luncurkan Buku Puisi dan 4 Film Pendek
  • Dukung Jatim Lumbung Pangan Nasional, Kementan Bakal Bangun Fasilitas GPS di Jawa Timur
  • Jangan Lewatkan Minum Air Putih di Pagi Hari, Ini Dampak Buruk Dehidrasi bagi Kesehatan Tubuh
  • 14 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Rabu 14 Oktober 2026
  • 14 Oktober dalam Sejarah
  • Kurangi Pencemaran dan Tambah Nilai Ekonomi, Kader PKK Ngasem Dilatih Kelola Sampah Rumah Tangga
  • Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang
  • Bulog Jatim Serap 978 Ribu Ton Beras, Lampaui Target hingga 110,68 Persen
  • Khofifah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Jatim Nol Persen
  • Cantika Wahono Lantik Ketua TP PKK dan TP Posyandu di 14 Kecamatan, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Keluarga
  • Kemenag Bojonegoro Perkuat Sinergi dan Apresiasi Prestasi Madrasah di Ajang OMI
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 13 Oktober 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 13 Oktober 2026
  • 13 Oktober dalam Sejarah
  • Sabet Penghargaan Pembina Siskamling Terbaik I Jatim, Bupati Setyo Wahono Dorong Penguatan Keamanan Berbasis Masyarakat
  • PT Shou Fong dan Pemkab Bojonegoro Gelar Seleksi Kerja Massal, Sediakan Kuota Disabilitas
  • Siap-Siap! GUTANBO FEST ’26 Gelar Pameran Pertanian hingga Hiburan Artis Nasional di Alun-Alun Bojonegoro
  • Gelar Medikrun Bojonegoro 2026, IDI Ajak Ribuan Peserta Budayakan Pola Hidup Sehat
  • Kapal Kargo Khatulistiwa 8 Tenggelam Usai Bertabrakan dengan Tongkang di Perairan Tuban, 1 Orang Meninggal
  • 12 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Senin 12 Oktober 2026
  • Dilengkapi Sport Center, Pembangunan Tahap Awal Kampus UNY Blora Senilai Rp52 Miliar Resmi Dimulai
Produksi Batu Bata Merah Turun Saat Musim Hujan

Produksi Batu Bata Merah Turun Saat Musim Hujan

Oleh Heriyanto


Perajin batu bata merah di tepian Sungai Bengawan Solo di Desa Mojo,
Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, kini seolah menyerah pada
alam. Datangnya musim hujan telah menyebabkan produksi batu bata
merah turun dari sebelumnya.

Kawi, 56, perajin batu bata merah di Desa Mojo, menuturkan, pembuatan
batu bata merah agak menurun sejak sebulan terakhir. Kondisi itu
dipengaruhi oleh cuaca yang sering mendung dan diiringi hujan.

“Produksi batu bata merah agak menurun,” ujarnya.  

Bahan dasar batu bata merah itu berupa tanah liat yang mengendap di
tepian Sungai Bengawan Solo. Namun, saat memasuki musim hujan, endapan
tanah liat itu lebih sering tergenang air berwarna kuning kecokelatan
yang kini sering memenuhi penampang sungai. Kondisi itu menyulitkan
para perajin mendapatkan bahan baku tanah liat.

“Saya harus menunggu kondisi sungai surut dulu baru mengambil tanah
liat di pinggiran sungai,” ungkap Kawi yang sudah puluhan tahun
menjadi perajin batu bata merah ini.

Tantangan para perajin batu bata merah yang mengelompok di dekat
Sungai Bengawan Solo di Desa Mojo itu tidak berhenti di situ. Saat
bahan baku tanah liat didapatkan, mereka lalu menghaluskan tanah liat
yang kabarnya kualitasnya sangat bagus itu hingga kondisi tertentu.
Selanjutnya, tanah liat itu diratakan dan dicetak berbentuk persegi
panjang seukurun batu bata merah di tanah lapang di tepian sungai.
Namun, karena sering mendung dan hujan, proses penjemuran batu bata
merah itu memakan waktu cukup lama.

“Terkadang, tanah liat yang sudah dicetak itu bukannya mengeras
melainkan tambah lembek sehingga tidak bisa dibakar,” tutur Kawi.

Pada saat musim kemarau, proses penjemuran tanah liat itu hanya
memerlukan waktu sekitar dua hari. Namun, saat musim hujan, proses
penjemuran tanah liat itu bisa memakan waktu hingga sepekan lebih.

Proses yang terakhir yaitu membakar tanah liat yang telah dijemur itu.
Cetakan tanah liat yang sudah berbentuk persegi panjang itu ditata
sedemikian rupa di atas tungku pembakaran. Perajin biasanya memakai
kulit sekam padi untuk membakar batu bata merah itu. Saat musim hujan,
proses pembakaran batu bata merah itu juga memerlukan waktu lebih lama
dibanding sebelumnya.

“Kalau musim kemarau hanya butuh waktu dua hari untuk membakar batu
bata merah itu, tetapi kini butuh waktu sampai lima hari,” ungkap
Kawi.

Sekali pembakaran, biasanya Kawi menaruh 20 ribu lebih batu bata merah
itu di atas tungku. Proses pembakaran itu dilakukan di tempat khusus
dan diberi atap sederhana. Dengan begitu, meski terjadi hujan deras
proses pembakaran itu tetap bisa dilakukan.

Sunaji, 43, perajin batu bata merah lainnya di Desa Mojo menuturkan,
proses pembuatan batu bata merah pada saat musim hujan memang lebih
sulit ketimbang musim kemarau. Kondisi itu, kata dia, membuat harga
batu bata merah kini naik dari sebelumnya.

“Harga batu bata merah saat ini naik,” ujarnya. 

Harga batu bata merah per seribu biji sekarang Rp400 ribu. Pada saat
musim kemarau lalu harga batu bata merah hanya sekitar Rp300 ribu per
seribu biji. Batu bata merah hasil produksi para perajin di Desa Mojo
ini dikenal bagus kualitasnya. Batu bata merah itu banyak dikirim ke
luar daerah seperti Blora, Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Nganjuk.

Selain di Desa Mojo, perajin batu merah di tepian Sungai Bengawan Solo
di wilayah Bojonegoro banyak ditemui di Desa Ledok Kulon,
Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, dan di Trucuk. Perajin batu bata merah
ini sudah turun temurun menekuni pembuatan batu bata merah yang
mengandalkan bahan baku tanah liat endapan Sungai Bengawan Solo. (her/kik)

 

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang

Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang

Memiliki teman yang suportif dan selalu memberikan semangat tentu menjadi dambaan banyak orang. Sayangnya, membangun lingkaran pertemanan yang positif tidak ...

1791981395.2101 at start, 1791981396.5181 at end, 1.3079650402069 sec elapsed