News Ticker
  • Kurangi Pencemaran dan Tambah Nilai Ekonomi, Kader PKK Ngasem Dilatih Kelola Sampah Rumah Tangga
  • Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang
  • Bulog Jatim Serap 978 Ribu Ton Beras, Lampaui Target hingga 110,68 Persen
  • Khofifah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Jatim Nol Persen
  • Cantika Wahono Lantik Ketua TP PKK dan TP Posyandu di 14 Kecamatan, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Keluarga
  • Kemenag Bojonegoro Perkuat Sinergi dan Apresiasi Prestasi Madrasah di Ajang OMI
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 13 Oktober 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 13 Oktober 2026
  • 13 Oktober dalam Sejarah
  • Sabet Penghargaan Pembina Siskamling Terbaik I Jatim, Bupati Setyo Wahono Dorong Penguatan Keamanan Berbasis Masyarakat
  • PT Shou Fong dan Pemkab Bojonegoro Gelar Seleksi Kerja Massal, Sediakan Kuota Disabilitas
  • Siap-Siap! GUTANBO FEST ’26 Gelar Pameran Pertanian hingga Hiburan Artis Nasional di Alun-Alun Bojonegoro
  • Gelar Medikrun Bojonegoro 2026, IDI Ajak Ribuan Peserta Budayakan Pola Hidup Sehat
  • Kapal Kargo Khatulistiwa 8 Tenggelam Usai Bertabrakan dengan Tongkang di Perairan Tuban, 1 Orang Meninggal
  • 12 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Senin 12 Oktober 2026
  • Dilengkapi Sport Center, Pembangunan Tahap Awal Kampus UNY Blora Senilai Rp52 Miliar Resmi Dimulai
  • Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Layanan Bus Trans Jatim Digratiskan Sehari pada 12 Oktober 2026
  • Sayuran Hidroponik Otomatis Belum Tentu Lebih Sehat Dibanding Konvensional
  • Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, Eksplorasi Teori Konspirasi dan Horor yang Bikin Penasaran
  • Pembangunan Bendungan Karangnongko dan Cabean Berlanjut, Pasar Ngawen Blora Siap Ditempati November 2026
  • Kebakaran di Dander, Bojonegoro, 2 Orang Alami Luka Bakar
  • 11 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Minggu 11 Oktober 2026
Batik Kembang Sambiloto, Karya Kreatif Ibu-ibu Desa Sambiroto, Bojonegoro

Batik Kembang Sambiloto, Karya Kreatif Ibu-ibu Desa Sambiroto, Bojonegoro

Bandung - Di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ada sekelompok ibu-ibu kreatif yang tergabung dalam Kelompok Batik Kembang Sambiloto.
 
Dipimpin oleh Bu Tatik, kelompok ini menghasilkan batik khas Jonegoroan dengan motif unik, yaitu kembang sambiloto. Sambiloto sendiri merupakan jenis tanaman obat yang tumbuh subur di lingkungan Desa Sambiroto. 
 
Awalnya, Bu Tatik dan para anggotanya, yang merupakan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sambiroto, tergabung dalam kelompok batik karena ingin mengisi waktu luang dan mencari penghasilan tambahan. Namun, pandemi COVID-19 sempat menghentikan aktivitas mereka.
 
Berkat program pemberdayaan dari Pertamina EP, Kelompok Batik Kembang Sambiloto mendapatkan pelatihan dan fasilitas baru, termasuk cap batik, untuk kembali bangkit.
 
Mereka pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan keahlian mereka dan menciptakan motif batik baru yang terinspirasi dari tanaman sambiloto yang banyak tumbuh di desa mereka.
 
 
 
 
Ibu-ibu anggota Kelompok Batik Kembang Sambiloto, saat melakukan aktivitas membatik (Aset: Istimewa)
 
 
Kelompok Batik Kembang Sambiloto saat ini memiliki 10 cap motif batik yang mereka gunakan untuk membuat berbagai produk batik, seperti kain, baju, dan aksesoris. Mereka juga aktif mengikuti pameran batik dan menyelenggarakan kelas batik untuk anak-anak SD hingga SMA dan ibu-ibu PKK.
 
Batik Kembang Sambiloto memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari batik lainnya motif kembang sambiloto yang unik dan jarang ditemui pada batik lainnya. Filosofi pada motif sambiloto melambangkan kesehatan dan kemakmuran.
 
Bu Tatik menjelaskan Proses pembuatan Batik Kembang Sambiloto dibuat dengan teknik batik cap bahkan sejumlah motif batik sudah dipatenkan.
 
"Sudah ada sembilan motif batik yang dipatenkan dan ini juga berkat bantuan Pertamina," tuturnya.
 
Bu Tatik dan para anggota Kelompok Batik Kembang Sambiloto adalah contoh inspiratif dari semangat kreatif dan pantang menyerah. Mereka tidak hanya menghasilkan batik yang indah, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya batik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
 
"Awalnya penghasilan kami masih rendah sekitar 1,5 juta rupia dan sekarang Alhamdulillah sudah cukup ada dampak yang dirasakan," tuturnya.
 
Tatik menjelaskan, Kelompok Batik Kembang Sambiloto memasarkan produk mereka secara online dan offline. Mereka memiliki akun media sosial dan website untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia.
 
"Kami juga mengikuti pameran batik dan menjual produk mereka di toko-toko batik di Bojonegoro dan sekitarnya," ucapnya.
 
Bu Tatik dan para anggota Kelompok Batik Kembang Sambiloto terus melakukan inovasi untuk melestarikan budaya batik dan memberdayakan ekonomi masyarakat desa. (teg/toh)
 
 
Reporter: Priyo
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
 
 
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang

Cara Cut Off Teman yang Toxic agar Hidup Lebih Tenang

Memiliki teman yang suportif dan selalu memberikan semangat tentu menjadi dambaan banyak orang. Sayangnya, membangun lingkaran pertemanan yang positif tidak ...

1791904845.2652 at start, 1791904849.2072 at end, 3.9420740604401 sec elapsed