News Ticker
  • Pertamina Putus Hubungan Usaha Empat Pangkalan LPG Nakal di Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan Strategi Terukur dalam Evaluasi Keamanan Wilayah
  • Cek Tagihan BPJS Kesehatan Kini Semakin Mudah Lewat Berbagai Kanal Digital
  • Progres Baru 36 Persen, PSN Bendungan Karangnongko Berpotensi Molor
  • Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Bojonegoro Siapkan Strategi untuk Petani
  • Terima Laporan Warga Kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Aman
  • Kabel Listrik Tersangkut Truk, Papan Reklame dan Tiang PLN di Jembatan Glendeng, Bojonegoro Roboh
  • Dari Sampah Menjadi Harapan: Gerakan Warga Ngumpakdalem Ubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi
  • Dari GOR Dolokgede, Semangat Kompetisi Pelajar Bojonegoro Digelorakan Mannah Cup 2026
  • Perkiraan Cuaca Rsbu, 08 April 2026
  • Tahukah Anda ?
  • Pertagas Hijaukan Enam Wilayah Operasi Melalui Penanaman 4.300 Pohon
  • Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Aktif BPJS Kesehatan: Masih Wajib Daftar
  • Kemenhaj Bojonegoro Bekali Ratusan Karu dan Karom Jelang Keberangkatan Haji 2026
  • Dukung Kebijakan Bike to Work Pemkab Bojonegoro, Guru SMPN 1 Kasiman Pilih Lari ke Sekolah
  • Kejar Predikat WBK 2026, Pemkab Bojonegoro Siapkan Dinas Dukcapil dan RSUD Sumberrejo
  • Truk Tabrak Pohon di Bubulan, Bojonegoro, Pengemudi Truk Luka-Luka
  • GOW Bojonegoro Perkuat Sinergi, Perempuan Jadi Motor Penggerak Pendidikan dan Ketahanan Pangan
  • Jatim Siapkan Mitigasi Krisis Energi dan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
  • Tekan Angka Diabetes, BPOM Resmi Sahkan Label ‘Nutri-Level’ pada Pangan Olahan
  • Prakiraan Cuaca Hari Ini di Bojonegoro
  • Kecelakaan Tabrak Lari di Gayam, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, Seorang Lainnya Luka Berat
  • 07 April dalam Sejarah
  • Sungai Besuki Meluap, Jalur Kedungbondo ke Sumuragung Terganggu
Petani Kedungtuban, Blora Beralih Tanam Padi Organik untuk Jaga Lahan dan Lingkungan

Petani Kedungtuban, Blora Beralih Tanam Padi Organik untuk Jaga Lahan dan Lingkungan

Blora - Para petani di Kecamatan Kedungtuban mulai menanam dan mengembangkan Padi Organik di sejumlah titik demplot lahan pertanian. Ini dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola oleh Pertamina EP Field Cepu Zona 11.

Melalui kelompok tani "Jemari Agung," setidaknya 15,6 hektar lahan pertanian di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, beralih menjadi lahan pertanian organik. Mereka berkomitmen untuk menjaga kesuburan lahan pertanian, melestarikan lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi para petani.

Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, menceritakan bahwa awalnya banyak petani beralih ke metode organik karena selama pandemi, banyak petani mengalami gagal panen selama hampir dua tahun.

"Waktu itu hampir semua petani gagal panen, dan saat itu kami mendapatkan dukungan CSR dari Pertamina. Kami kemudian mendirikan sebuah kampus pertanian, dan semua petani bisa belajar di sini secara gratis," jelas Agung saat panen padi organik pada Kamis (26/10/2023).

Menurut Agung, para petani sekarang dapat membuat kompos, pestisida organik, serta melakukan bercocok tanam sendiri, hingga mengolah hasil panen menjadi obat-obatan herbal secara organik.

"Saya berharap inisiatif ini dapat menyebar ke seluruh Blora, terutama dengan dukungan penuh dari Bupati, sehingga Blora dapat menjadi percontohan pertanian organik di tingkat nasional," harap Kepala Desa yang telah menjabat selama tiga periode ini.

Agung menghitung bahwa hingga saat ini sudah ada 15,6 hektar lahan pertanian organik. Oleh karena itu, pendampingan petani sangat penting. Dia berharap pendampingan ini akan berlanjut sehingga para petani dapat mandiri.

"Kami berharap dukungan ini tidak berhenti di sini. Mengingat aspek lingkungan, hal ini tidak bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Para petani memerlukan pendampingan dan bimbingan selangkah demi selangkah hingga mereka benar-benar mandiri. Jika ini tidak berlanjut, saya ragu bahwa para petani akan mencapai mandiri," tambahnya.

Panen padi organik di Kedungtuban, Blora. Petani peduli kesuburan lahan tanam dan keseimbangan lingkungan.

Di sisi lain, Supardi, salah satu petani di Desa Sidorejo, merasa senang bisa mendapatkan pengetahuan dalam mengembangkan pertanian organik. Awalnya, ia menghadapi tantangan ketika beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

"Ini adalah suatu tantangan, awalnya kami merasa ragu, namun perlahan-lahan kami mengatasi kekhawatiran tersebut. Mereka yang awalnya belum tahu banyak manfaat bercocok tanam dengan metode organik, sekarang ikut serta dalam pertanian organik," jelasnya.

Supardi menyatakan bahwa penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang merusak unsur hara dalam tanah dan berdampak negatif pada ekosistem lingkungan.

"Penggunaan pupuk kimia berdampak negatif pada tanah, air, udara, menyebabkan kehilangan unsur mikro, meningkatkan tingkat keasaman tanah, dan memiliki dampak negatif pada perubahan iklim," katanya.

Oleh karena itu, diperlukan perubahan mindset dan kesadaran para petani untuk lebih banyak mengembangkan lahan pertanian organik daripada menggunakan metode semi-organik atau anorganik.

Muzwir Wiratama, General Manager Pertamina EP Cepu Zona 11, mengatakan bahwa ini adalah bagian dari program CSR yang berhasil. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten sangat membantu, dan padi organik ini memberikan dampak positif yang besar, meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pertamina akan terus mendukung pengembangan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Terkait penjualan hasil pertanian organik, ini akan ditangani oleh dinas terkait, dan Pertamina akan tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Bupati Blora, H. Arief Rohman, mengapresiasi upaya pengembangan pertanian organik ini. Dia meminta agar kepala desa dapat menjadi contoh bagi warganya.

"Kami akan mendukung pengembangan ini ke seluruh kecamatan. Kami akan mengumpulkan penyuluh pertanian dari dinas untuk memberikan pendampingan dalam pertanian organik secara besar-besaran. Saya berharap Kedungtuban dapat menjadi contoh, dan kita akan meningkatkan luas lahan pertanian organik," lanjut Bupati.

Hasil pertanian organik tidak hanya bagus dan sehat, tetapi juga memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia. Bupati bermimpi Blora dapat menjadi Kabupaten organik, dan dia meminta agar dinas terkait terus berinovasi untuk mewujudkan impian tersebut.

Pertanian organik memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang seringkali langka. Para petani dapat membuat pupuk sendiri menggunakan bahan alami yang tersedia di sekitar mereka.(teg/toh)

Reporter: Priyo, S Pd

Editor: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1775692392.4736 at start, 1775692393.2664 at end, 0.7927360534668 sec elapsed