Pemkab Bojonegoro Segera Lakukan Pelebaran Jalan Poros Purwosari-Tambakrejo, Anggaran Rp 20 M
Kamis, 30 Juli 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menggenjot pemerataan konektivitas antardaerah guna memacu denyut perekonomian lokal. Pada tahun anggaran 2026 ini, wilayah setempat menerima kucuran dana melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum yang difokuskan untuk merealisasikan peningkatan kapasitas dan pelebaran Jalan Poros Kabupaten pada lintasan Purwosari hingga Tambakrejo.
Infrastruktur strategis tersebut dirancang membentang sepanjang 8.150 meter dengan penambahan lebar badan jalan di sisi kanan serta kiri masing-masing seluas 1,2 meter. Pengerjaan fisik jalan ini mengandalkan konstruksi beton bertulang yang kokoh serta penyediaan sistem drainase terpadu di sejumlah titik krusial guna menjamin ketahanan fisik jalan dari ancaman genangan air saat musim hujan.
Rute pelebaran jalur penghubung ini nantinya akan melintasi tujuh perkampungan, di mana enam di antaranya berada di wilayah Kecamatan Purwosari meliputi Desa Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, serta Pelem, sementara satu wilayah lainnya masuk dalam teritori Kecamatan Tambakrejo yakni Desa Dolokgede. Alokasi dana yang disiapkan menyentuh angka sekitar Rp20 miliar dengan target penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan pada bulan November 2026 mendatang.
Sebagai langkah awal menyongsong pelaksanaan proyek fisik, jajaran pemerintah Kecamatan Purwosari telah menghelat forum sosialisasi bersama seluruh elemen pemangku kepentingan. Agenda tersebut turut dihadiri oleh legislator DPRD Kabupaten Bojonegoro Maftukhan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, para kepala desa beserta perangkat, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, serta pihak kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.
Maftukhan selaku anggota legislatif DPRD Kabupaten Bojonegoro mengutarakan harapan besar agar seluruh pihak dapat memberikan sokongan penuh demi kelancaran proyek infrastruktur ini. Menurut pandangannya, pelebaran jalan tersebut diyakini mampu menciptakan efek ganda yang signifikan terhadap lonjakan aktivitas ekonomi warga, terutama yang berdomisili di kawasan Kecamatan Purwosari, Tambakrejo, hingga Ngambon.
Perbaikan jalur transportasi ini diproyeksikan sanggup mendongkrak kelancaran mobilitas harian warga, mempercepat distribusi komoditas pertanian, serta menggairahkan sektor perdagangan lokal. Oleh karena itu, pihaknya mengajak segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan.
"Penyedia jasa juga diharapkan mengutamakan modal sosial masyarakat setempat, termasuk melibatkan tenaga kerja lokal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga," ujarnya.
Di sisi lain, Camat Purwosari Ike Widyaningrum menekankan pentingnya peran aktif aparatur pemerintah tingkat desa dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, khususnya kepada warga yang asetnya bersentuhan langsung dengan jalur pelebaran jalan.
Pihaknya berharap para kepala desa segera menindaklanjuti substansi sosialisasi dengan memberikan pencerahan kepada warga mengenai urgensi manfaat proyek serta tahapan teknis pengerjaannya. Melalui pola komunikasi yang efektif di tingkat akar rumput, dukungan masyarakat diyakini kian solid sehingga proses konstruksi berjalan aman, lancar, serta tuntas sesuai tenggat waktu.
"Pelebaran Jalan Purwosari–Tambakrejo bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di wilayah barat Bojonegoro," pungkas Ike.





































