Awas Bahaya Kebiasaan Menunduk Saat Main Ponsel Bisa Picu Saraf Kejepit
Minggu, 02 Agustus 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kebiasaan menunduk saat melihat layar telepon seluler maupun menatap media sosial kini telah menjadi bagian dari pola hidup harian sebagian besar masyarakat. Posisi ini kerap dipertahankan dalam kurun waktu yang cukup lama tanpa menyadari adanya potensi bahaya kesehatan, mulai dari kondisi duduk, berdiri, hingga saat berbaring.
Posisi kepala yang terus-menerus menunduk saat menatap gawai ternyata menyimpan risiko serius berupa gangguan atau cedera pada area leher, salah satunya adalah bahaya timbulnya saraf kejepit.
Spesialis bedah saraf dari RS Abdi Waluyo dr M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS menerangkan bahwa gangguan saraf tersebut berpotensi besar terjadi sewaktu seseorang melakukan gerakan atau kebiasaan berulang dalam tempo jangka panjang.
"Di leher kita punya ruas 5 dan 6, kenapa? Karena kita sering main HP itu kebiasaan terus menunduk. Akhirnya jadi masalah di sininya," kata dr M. Aulia Rahman.
Secara anatomis, aktivitas menunduk yang berlebihan membuat otot-otot di sekitar leher mengalami ketegangan konstan. Kondisi ini juga mengakibatkan bantalan antar-ruas tulang belakang menerima beban tekanan yang jauh lebih berat dari kondisi normal.
Aulia menegaskan bahwa munculnya keluhan saraf kejepit bukan disebabkan oleh aktivitas sesaat, melainkan dampak akumulatif dari postur tubuh yang keliru selama bertahun-tahun.
"Ataupun dengan monitor laptop, itu mata kita harus sejajar. Jangan sampai monitornya lebih rendah," katanya.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat mulai melakukan penyesuaian ergonomis pada peralatan kerja atau gawai sehari-hari untuk menjaga kelengkungan alami leher serta mengurangi tekanan otot.
"Jadi saraf kejepit itu bukan masalah satu dua hari lalu saya ngapain, tapi mengenai kebiasaan yang kita lakukan dalam jangka panjang," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, para pekerja maupun pengguna gawai aktif diminta untuk lebih disiplin mengatur tinggi layar agar sejajar dengan tingkat pandangan mata.
"Harus ada penyesuaian dari layar monitor. Layar monitor harus tinggi, kalau laptop kita kasih standing supaya pandangan matanya baik," tutup dr M. Aulia Rahman.






































