Umbi Kimpul Jadi Sorotan Netizen, Dokter Gizi Ungkap Manfaat Sekaligus Kelompok yang Harus Membatasi
Rabu, 05 Agustus 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Umbi kimpul belakangan ini mendadak ramai menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah banyak dikreasikan menjadi beragam sajian makanan lezat, meski di balik kepopulerannya terdapat catatan kesehatan penting bagi kelompok tertentu.
Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa tidak semua orang dianjurkan mengonsumsi umbi sumber karbohidrat ini secara bebas tanpa batasan porsi atau tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
“Ada beberapa kelompok yang perlu membatasi atau sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum makan kimpul, misalnya penderita batu ginjal (jenis oksalat) karena kimpul secara alami punya kandungan oksalat yang agak tinggi. Orang dengan riwayat batu ginjal berbasis oksalat harus agak membatasi porsinya,” ujar dr Yaze.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa pasien dengan kondisi gagal ginjal kronis juga masuk dalam daftar yang harus membatasi asupan kimpul lantaran kandungan mineral kalium di dalamnya terbilang cukup tinggi.
“Lalu penderita gagal ginjal kronis karena kandungan kalium di kimpul lumayan tinggi. Pasien ginjal tahap lanjut biasanya butuh diet rendah kalium, jadi harus dibatasi porsinya,” jelasnya.
Selain masalah ginjal, pengidap penyakit asam urat atau gout turut diingatkan untuk mengontrol porsi makan kimpul, mengingat kandungan oksalat di dalamnya dapat memicu keluhan meski umbi tersebut bukan termasuk pangan tinggi purin.
“Penderita asam urat (gout) juga harus dibatasi porsinya karena asam urat sebenarnya lebih dipengaruhi oleh purin. Kimpul sendiri bukan makanan tinggi purin, tapi karena kandungan oksalatnya,” tuturnya.
Terlepas dari pembatasan bagi kondisi medis tertentu, kimpul tetap layak diandalkan sebagai alternatif sumber karbohidrat harian karena memiliki profil nutrisi yang tidak kalah bersaing dengan bahan pangan lainnya.
Kadar karbohidrat kimpul tercatat sedikit lebih rendah ketimbang nasi putih dalam takaran berat yang setara akibat kadar airnya yang lebih tinggi, serta memiliki kandungan serat yang baik untuk memperpanjang rasa kenyang.
Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk memperhatikan betul proses pengolahannya agar terhindar dari sensasi rasa gatal atau tidak nyaman di tenggorokan yang kerap dikeluhkan sebagian orang.
“Kalau ada rasa gatal atau gak nyaman di tenggorokan itu bukan karena kimpulnya berbahaya tapi bisa karena pencucian atau cara masaknya masih kurang bersih jadi kristal oksalatnya masih ada sisa,” pungkasnya.






































