Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting, Ratusan Remaja di Sekitar Blok Cepu Dibekali Edukasi Kesehatan Reproduksi
Jumat, 07 Agustus 2026 09:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Risiko pernikahan usia anak dan ancaman tengkes (stunting) di Kabupaten Bojonegoro terus ditekan lewat edukasi dari hulu.
Sepanjang April hingga Juli 2026, sebanyak 130 pelajar dari lima sekolah menengah di Kecamatan Gayam mengikuti pembekalan intensif mengenai kesehatan reproduksi (kespro) dan kesiapan psikologis masa depan melalui Program Aku Sehat.
Pembekalan digelar secara bertahap di SMA Islam Nurul Ulum, MTs Bahrul Ulum, SMP Negeri 1 Gayam, MTs Fattahul Huda, dan SMK Pelita Harapan Katur.
Kegiatan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat ini diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas yang bermitra dengan Institut Sains, Teknologi, dan Kesehatan (ISTEK) ICsada Bojonegoro.
Pembekalan mengenai kesehatan reproduksi yang diinisiasi oleh EMCL bersama SKK Migas yang bermitra dengan ISTEK ICsada Bojonegoro. (Aset: Istimewa)
Bagi para siswa, sosialisasi interaktif ini menjadi sarana penangkal arus disinformasi mengenai perubahan fisik dan kesiapan mental remaja.
Salah satu peserta dari SMK Pelita Harapan Katur, Mida, mengaku mendapatkan wawasan baru yang fundamental bagi perencanaan masa depannya. Kata dia, para siswa jadi lebih mengerti mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta dampaknya bagi masa depan.
"Penyampaian materinya seru dan mudah dipahami," tutur Mida. Kamis (06/08/2026).
Apresiasi senada disampaikan perwakilan guru, Nur Samsi. Ia menilai materi kespro yang kerap dianggap tabu berhasil dikemas secara etis dan berbasis sains oleh tim akademisi ISTEK ICsada. Baginya, edukasi seperti ini sangat membantu sekolah agar siswa memperoleh pemahaman yang benar dari sumber tepercaya.
"Materi yang sensitif ini disampaikan dengan santun dan komunikatif," kata Nur Samsi.
Manager Program Aku Sehat ISTEK ICsada, Dhamar Arizona, menegaskan bahwa pemahaman kespro bukan sekadar urusan biologi, melainkan instrumen vital untuk menekan problem sosial daerah. Ketika remaja memahami kesiapan fisik dan mentalnya, angka pernikahan anak dapat ditekan, yang secara otomatis berimbas pada penurunan potensi kelahiran anak stunting di masa depan.
"Muara dari edukasi ini adalah meminimalkan risiko pernikahan usia dini," kata Dhamar.
Pembekalan mengenai kesehatan reproduksi yang diinisiasi oleh EMCL bersama SKK Migas yang bermitra dengan ISTEK ICsada Bojonegoro. (Aset: Istimewa)
Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, menyampaikan bahwa kelancaran program ini tidak lepas dari kolaborasi erat dengan pihak sekolah di sekitar wilayah operasi hulu migas Blok Cepu. Antusiasme para siswa dalam sesi diskusi menunjukkan tingginya kebutuhan akan literasi kesehatan yang tepat.
"Kami berharap bekal ini membantu generasi muda Bojonegoro mengambil keputusan yang bijak demi masa depan mereka," kata Joni. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo