Mendorong Kemandirian Pemuda, Pemkab Bojonegoro Kembali Buka Bootcamp Ekonomi 2026
Rabu, 12 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda kembali hadir tahun 2026 ini. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka pendaftaran Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026 sebagai langkah strategis mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, serta inovatif dalam mengembangkan potensi daerah.
Program pelatihan gratis yang mengusung tema "Berdaya Bersama, Mandiri Berkarya" ini diperuntukkan bagi pemuda Bojonegoro berusia 16 hingga 30 tahun. Masa pendaftaran program ini telah dibuka sejak 20 Juli dan bakal ditutup pada 20 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Flora Agrishinta, menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing pemuda lewat pembekalan materi yang aplikatif dan relevan dengan dunia usaha saat ini.
"Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Harapannya, para pemuda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi mampu membangun usaha sendiri dan memperkuat perekonomian secara mandiri," jelas Flora.
Lewat kegiatan ini, Pemkab berharap sektor-sektor usaha potensial di wilayah Bojonegoro dapat berkembang berkat sentuhan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi teknis dari para wirausaha muda. Di samping itu, ajang ini disiapkan untuk memperluas jejaring kerja sama antara peserta, organisasi kepemudaan, para praktisi, hingga pelaku usaha lokal.
"Kami ingin mencetak pemuda Bojonegoro yang inovatif, kreatif, mandiri, berdaya saing, dan produktif. Mereka diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, menciptakan peluang kerja baru, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tambah Flora.
Dalam pelaksanaannya, peserta dapat memilih satu dari beberapa bidang pelatihan yang disediakan. Antara lain pada bidang pertanian yang mencakup olahan pangan pertanian untuk 20 peserta, budidaya jamur tiram untuk 20 peserta, serta pertanian modern hidroponik untuk 20 peserta.
Kemudian pada bidang usaha jasa dibuka kelas digital marketing dan affiliator kuota 30 peserta serta pelatihan master of ceremony (MC) kuota 20 peserta. Sementara pada bidang usaha kerajinan dibuka kelas kerajinan tangan (handycraft) dengan kuota terbanyak yakni 40 peserta.
“Bootcamp ini kegiatannya kemitraan organisasi kepemudaan. Tempat bootcamp nya di forum pemuda pelopor omah menyok, P4S Djoyo tani dan LPK Zahida, selanjutnya di PIB, Ademos dan LPK Opsi visi raya,” ungkapnya.
Untuk dapat bergabung, calon peserta wajib memenuhi beberapa kriteria dasar, di antaranya berusia 16 sampai 30 tahun, berdomisili di Kabupaten Bojonegoro yang dibuktikan dengan KTP, dan diutamakan bagi yang sudah memiliki usaha berjalan. Peserta hanya diperbolehkan mendaftar satu bidang pelatihan, belum pernah mengikuti program bootcamp serupa di tahun 2025, serta berkomitmen mengikuti seluruh tahapan kegiatan hingga usai.
“Selain memperoleh pelatihan dari para praktisi, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas berupa kaos, tas, notebook, e-sertifikat, layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kesempatan membangun networking dengan pelaku usaha dan berbagai mitra strategis,” tandasnya.






































