Mandiri Pakan Hingga Olah Kulit Kambing, Kelompok Ternak Srono Makmur Bojonegoro Masuk Penilaian Tingkat Jatim
Senin, 31 Agustus 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kelompok Ternak Srono Makmur dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, terus menunjukkan inovasi dalam mengembangkan usaha peternakan terpadu. Tak hanya mampu mencukupi kebutuhan pakan secara mandiri, kelompok ini juga berhasil mengolah limbah kotoran ternak menjadi kompos serta memproduksi kerajinan kulit kambing bernilai ekonomi tinggi.
Atas keberhasilan tersebut, Kelompok Ternak Srono Makmur terpilih mewakili Kabupaten Bojonegoro dalam ajang Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Tim Penilai dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Provinsi Jawa Timur hadir langsung meninjau fasilitas kandang, gudang kompos, serta kelembagaan kelompok pada Jumat (28/08/2026) lalu.
Pembina Kelompok Tani Ternak Srono Makmur, Sulistiyo Nurul Cahyanto, menjelaskan bahwa kelompoknya mengusung konsep integrasi pertanian dan peternakan. Dari 25 anggota yang terdaftar, sekitar 60 persen pakan memanfaatkan rambanan di pekarangan warga serta limbah pertanian desa.
“Untuk sistem pakan ternak, depan rumah dan belakang rumah ada rambanan. Kotorannya untuk pupuk dasar. Ini sebuah potensi untuk mengais limbahnya, kita fermentasi dan kita olah. Mindset ini yang kita rubah dan kita jalankan,” ujar Sulistiyo.
Dalam sebulan, kelompok ini mampu memproduksi lebih dari tiga ton kompos kotoran kambing beserta media tanam. Produk organik tersebut dimanfaatkan untuk budidaya jagung, waluh, pisang, hingga kayu putih. Selain itu, kulit kambing dilukis oleh warga lokal untuk menambah nilai jual, sementara potensi genetik ternak mereka kini menjadi fokus riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penetapan galur baru berbasis agroforestri. Ke depan, kawasan ini ditargetkan berkembang menjadi destinasi eduwisata.
Kepala Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, memberikan apresiasi atas kemandirian Kelompok Ternak Srono Makmur yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menyebutkan, populasi kambing di Bojonegoro menempati peringkat ketujuh di Jawa Timur dan memberi kontribusi besar terhadap total produksi daging daerah yang mencapai lebih dari 41.000 ton per tahun.
“Ini salah satu kelompok ternak yang tekadnya kuat, tidak mengandalkan bantuan. Mereka memiliki kemampuan dan kemauan sehingga bisa memberikan manfaat bagi kelompok, bahkan sampai warga sekitar,” puji Catur.(red/toh)














































