Laga Uji Coba, Suporter Persibo Bojonegoro Suarakan Solidaritas Karhutla di Tengah
Senin, 26 Oktober 2026 07:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro– Tribun utara Stadion Letjen H. Soedirman menjadi ruang bagi suporter Persibo Bojonegoro untuk menyuarakan kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Melalui aksi pembentangan spanduk bertuliskan Save Karhutla dan All Eyes on Karhutla, elemen suporter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap dampak kebakaran hutan bagi manusia, lingkungan, dan makhluk hidup lainnya.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung saat laga uji coba Persibo Bojonegoro melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Letjen H. Soedirman, Minggu (25/10). Pertandingan yang menjadi bagian dari persiapan Laskar Angling Dharma menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 itu pun dimanfaatkan suporter untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dan kepedulian lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan melalui pembentangan dua spanduk bertuliskan Save Karhutla dan All Eyes on Karhutla di tribun utara stadion. Aksi itu menjadi bentuk kepedulian suporter terhadap dampak kebakaran hutan yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat asap dan penurunan kualitas udara.
Sekretaris Jenderal DTCN, Candra Aditya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak karhutla, terutama di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan sejumlah wilayah lainnya.
“Jadi, aksi teman-teman tadi membentangkan tulisan Save Karhutla adalah bentuk solidaritas kami, peduli dengan kejadian karhutla yang ada di Sumatra, Kalimantan, Papua, dan sekitarnya,” ungkap Candra.
Menurutnya, momentum pertandingan sepak bola dimanfaatkan untuk menyampaikan keresahan atas persoalan karhutla yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah udara yang tercemar asap.
Candra bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan penggunaan flare atau suar yang dinyalakan suporter selama pertandingan. Meski hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga menit, asap dari suar tersebut sudah cukup mengganggu pernapasan. Pengalaman singkat itu menjadi gambaran betapa beratnya kondisi warga yang setiap hari terpapar asap kebakaran hutan.
“Pyro atau flare yang kami nyalakan hanya berkisar dua sampai tiga menit, tapi rasanya sudah cukup mengganggu. Lantas, bagaimana dengan kalian yang setiap harinya merasakan udara tidak sehat, asap pekat, dan keburukan-keburukan lain yang diakibatkan kebakaran hutan tersebut?” tuturnya.
Bagi DTCN, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh udara bersih dan sehat. Karena itu, mereka berharap kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada perhatian sesaat, tetapi menjadi kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan memperhatikan nasib warga terdampak.
“Udara bersih dan sehat adalah hak setiap warga negara. Dan kami hadir di sini untuk menyuarakan keresahan ini!” tegas Candra.
DTCN juga menyampaikan dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Solidaritas tersebut turut ditujukan kepada ekosistem dan berbagai makhluk hidup yang kehilangan habitat maupun terdampak akibat kebakaran.
“Untuk semua manusia yang terdampak, ekosistem dan makhluk hidup yang terdampak, lekas membaik dan kembali pulih. Kami bersama kalian,” pungkasnya.
Aksi solidaritas itu berlangsung di tengah hasil positif yang diraih Persibo dalam laga uji coba melawan Persitara Jakarta Utara. Dalam pertandingan tersebut, Persibo berhasil menang dengan skor 2-0 di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.
Dua gol kemenangan Persibo dicetak Sehabudin pada menit ke-14 dan Putra Chaniago pada menit ke-30. Hasil tersebut menjadi modal bagi Laskar Angling Dharma untuk mematangkan persiapan menjelang Liga Nusantara 2026/2027.







































