Sering Bikin Cemas, Dokter Gizi Ungkap Penyebab Berat Badan Stuck atau Naik Saat Menstruasi
Minggu, 25 Oktober 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Fase pra-menstruasi (Premenstrual Syndrome/PMS) hingga periode menstruasi berlangsung sering kali memicu rasa cemas bagi para wanita. Selain gejolak emosi dan nafsu makan yang meningkat, angka pada timbangan yang mendadak berhenti turun (stuck) atau justru naik kerap menimbulkan rasa frustrasi.
Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, menegaskan bahwa fenomena stagnasi berat badan saat menjelang maupun selama periode haid merupakan respons tubuh yang sangat alami. Menurutnya, kondisi tersebut murni dipengaruhi oleh dinamika fluktuasi hormonal.
"Kalau lagi haid, itu kan memang ada kaitan dengan hormonal. Biasanya memang nafsu makan jadi tinggi, terus berat badan stuck juga, padahal sudah defisit kalori kayak biasanya, terus udah olahraga juga. Itu biasa terjadi, sebenarnya itu normal," tutur dr. Yaze.
dr. Yaze menjelaskan bahwa penyebab utama berat badan seolah tidak bergerak turun bukanlah penumpukan lemak baru, melainkan proses retensi cairan atau penumpukan air sementara di dalam jaringan tubuh.
"Karena kalau lagi haid, kita ada retensi cairan. Itu adalah penumpukan penahanan air di dalam tubuh. Nanti begitu selesai haid, itu akan kembali lagi. Jadi retensi cairannya juga sudah selesai, terus biasanya berat badannya akan mulai turun pelan-pelan lagi," paparnya.
Guna menyiasati kecemasan akibat fluktuasi angka timbangan saat haid, dr. Yaze mengimbau agar para wanita tidak menimbang berat badan setiap hari. Evaluasi berat badan idealnya dilakukan secara berkala setiap dua minggu atau satu bulan sekali.
Selain itu, ia membagikan waktu paling tepat untuk mengukur berat badan yang akurat, yakni di pagi hari sesaat setelah bangun tidur dan setelah







































