News Ticker
  • Dorong Transisi Energi Ramah Lingkungan Bupati Bojonegoro Resmikan Fasilitas Pengisian Daya Becak Listrik
  • Mengenal Karakteristik dan Keunggulan Sapi Peranakan Ongole dari Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Serentak, Pastikan Kesesuaian Distribusi dan Harga
  • Menurut Menteri LH, Jawa Timur Jadi Barometer Pengelolaan Sampah Terintegrasi
  • Siswa SRMA 18 Blora Kembali ke Asrama, Sekolah Tambah Jam Belajar
  • Ini Tarif Listrik per 1 April 2026 untuk Semua Golongan
  • Prakiraan Cuaca 31 Maret 2026 di Bojonegoro
  • 31 Maret dalam Sejarah
  • Kecamatan Tambakrejo Jadi Sumber Bibit Sapi PO Bojonegoro yang Jadi Unggulan Nasional
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Aturan ASN Berangkat Kerja Naik Sepeda Tiap Senin
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Aturan ASN Bersepeda Setiap Hari Senin
  • Dandim Bojonegoro Hadiri Penyerahan Ratusan Kendaraan Operasional KDKMP
  • Alasan Gubernur Khofifah Tetapkan WFH ASN Jatim di Hari Rabu
  • Proyek Jalur Lingkar Selatan Bojonegoro Dimulai Tahun 2027
  • Hati-Hati Penyakit Mengintai Akibat Konsumsi Makanan Berlemak Berlebihan Saat Lebaran
  • Waspada Hujan Petir di Bojonegoro pada Siang dan Sore Hari
  • 30 Maret dalam Sejarah
  • Stasiun Bojonegoro Layani 2570 Penumpang Hari Ini
  • Tak Perlu Brutal Bakar Kalori Sisa Lebaran, Cukup Olahraga Sedang namun Konsisten
  • DLH Bojonegoro Eksekusi TPS Liar di Kelurahan Jetak, Respons Cepat Keluhan Warga
  • Sebanyak 8.494 Koperasi Merah Putih di Jawa Timur Resmi Berbadan Hukum
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 29 Maret 2026
  • 29 Maret dalam Sejarah
  • Diduga Akibat Lilin, Kakek Penderita Sakit Lumpuh di Dander, Bojonegoro Meninggal Terbakar
Menengok Kampung Jahe, Trenggulungan Kecamatan Ngasem

Menengok Kampung Jahe, Trenggulungan Kecamatan Ngasem

Oleh Nasruli Chusna

Ngasem - Puluhan warga Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, menanam jahe merah dan gajah. Gagasan budidaya bahan baku jamu tradisional tersebut awalnya berasal dari pengurus Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama' (MWC NU) Ngasem. Yakni sebagai upaya memandirikan warga nahdhiyin anggotanya, di wilayah Ngasem. Meskipun pengembangannya juga dilakukan di daerah lain.

Direktur Baitul Mal Wat Tanbih (BMT) MWC NU Ngasem, Moh. Wahyudi, menerangkan bahwa ide menanam jahe tersebut sempat mengalami kendala lantaran mereka belum mengetahui metodenya. Menyikapi hal tersebut, ia bersama tim melakukan study banding ke Blitar. Di sana, mereka juga sekaligus mengambil bibitnya. Tiap bibit seharga Rp1.200.

“Untuk proses penanaman sebetulnya nggak ada masalah. Dua bulan ini saya lihat tumbuhnya juga bagus. Hanya saja tantangannya adalah bagaimana menciptakan pasar sendiri,” ujar pria asal Pasuruan itu.

Kepala Desa Trenggulunan, Rohman, kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, mengatakan bahwa saat ini jumlah warga yang membudidayakan jahe merah dan jahe gajah hampir tiga puluh Kepala Keluarga. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok. Tiap kelompok memperoleh minimal 200 bibit jahe merah dan 200 bibit jahe gajah.

Rohman menambahkan keterangannya bahwa menanam jahe memiliki kelebihan. Di antaranya, penanaman jahe tidak membutuhkan lahan luas karena bisa ditanam di sekitar rumah hanya menggunakan petak-petak dari papan kayu. Satu petaknya biasanya bisa ditanami 200 bibit.

Rohman berharap agar jahe yang ditanam warganya membuahkan hasil. Sehingga dapat menjadi alternatif penghasilan tambahan.

"Bahkan sebentar lagi ada tambahan bibit sebanyak dua ribu,” terang nomor 1 di Trenggulungan, yang letaknya hanya sekitar 5 kilometer dari Kantor Kecamatan Ngasem.

Selain itu, salah satu petani jahe merah, A'im, mengatakan bahwa penanaman jahe tidak begitu sulit. Caranya, kata A'im, pertama-tama tanah yang hendak ditanam ditabur pupuk kompos dahulu. Kemudian setiap hari harus disiram air. Potensi hasilnya pun cukup menggiurkan. Tiap satu batang bibitnya dapat menghasilkan kurang lebih 4 sampai 5 Kg jahe. Sedangkan harga perkilonya mencapai Rp 7.000 sampai Rp 8.500.

“Masa panen jahe merah lumayan lama. Yakni, 1 tahun. Sementara jahe gajah, 6 bulan dah bisa dipanen," terang A'im yang ketika ditemui BBC sedang menyirami petak jahe tanamannya, di belakang rumah.

A'im melanjutkan keterangannya. Agar memperoleh hasil yang baik, harus senantiasa memperhatikan masa tanam. Jika terguyur hujan, lanjut dia, daun-daun jahe akan menguning. Perempuan berkulit kuning langsat itu berharap agar hasil panennya bagus, sehingga membuahkan hasil. (rul/moha)

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1774963996.9857 at start, 1774963997.4432 at end, 0.45745706558228 sec elapsed