Kandungan Nutrisi pada Ikan Sapu-sapu dan Ikan Kembung, Mana yang Lebih Tinggi
Rabu, 28 Januari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Belakangan ini, ikan sapu-sapu mulai mencuri perhatian sebagai alternatif sumber protein yang ekonomis. Namun, di sisi lain, ikan kembung tetap menjadi primadona masyarakat Indonesia karena kandungan gizinya yang tinggi. Lantas, jika dibandingkan, mana yang lebih unggul di antara keduanya?
Mmeski keduanya merupakan sumber protein hewani, terdapat perbedaan mencolok dari sisi nutrisi hingga keamanan pangan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Secara biologis, ikan sapu-sapu adalah jenis ikan air tawar (catfish). Meskipun mengandung protein, kualitas dan jumlahnya cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan ikan laut. Tekstur daging ikan sapu-sapu juga dikenal lebih keras dengan serat yang kasar.
Sebaliknya, ikan kembung merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi. Ikan ini memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dan lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.
Salah satu perbedaan paling signifikan terletak pada kandungan lemak sehat. Ikan sapu-sapu hampir tidak memiliki kandungan omega-3 yang dibutuhkan untuk kesehatan otak dan jantung.
Sementara itu, ikan kembung dijuluki sebagai "superfood" lokal. Kandungan omega-3 pada ikan kembung sangat melimpah, bahkan sering disejajarkan dengan ikan salmon. Selain itu, kembung kaya akan Vitamin D, Vitamin B12, selenium, serta yodium yang berperan penting dalam metabolisme tubuh.
Aspek keamanan menjadi pembeda paling krusial. Ikan sapu-sapu adalah hewan pemakan dasar (bottom-feeder) yang hidup di air tawar. Karakteristik ini membuat ikan sapu-sapu rentan mengakumulasi logam berat dari sedimen air yang tercemar limbah industri atau permukiman.
Penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu yang diambil dari sungai tercemar sering kali mengandung kadar merkuri (Hg), timbal (Pb), arsen (As), hingga kadmium (Cd) yang melebihi ambang batas aman.
Di sisi lain, ikan kembung yang hidup di laut memiliki masa hidup yang pendek dan berada di rantai makanan bawah. Hal ini membuat risiko akumulasi logam berat pada ikan kembung jauh lebih rendah dibandingkan ikan predator besar atau ikan air tawar yang hidup di lingkungan tercemar.
Meski ikan sapu-sapu secara teknis mengandung protein dan dapat dimakan dalam kondisi tertentu, para ahli lebih merekomendasikan ikan kembung untuk konsumsi jangka panjang. Dengan kombinasi gizi yang lebih lengkap, kadar omega-3 yang tinggi, dan tingkat keamanan yang lebih terjamin, ikan kembung tetap menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan keluarga. (red/toh)
















.sm.jpg)













.md.jpg)






