Kunker ke Semenkidul, TP PKK Bojonegoro Dorong Kemandirian Keluarga Lewat GAYATRI dan Kelola Sampah
Rabu, 12 Agustus 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memaksimalkan peran kader di tingkat desa. Langkah konkret ini diwujudkan lewat agenda Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi yang menyasar Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, pada Selasa (11/08/2026) kemarin.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menuturkan bahwa agenda turun ke desa ini ditujukan untuk melihat langsung perkembangan program pemberdayaan di lapangan.
“Kegiatan ini untuk silaturahmi, melihat langsung praktik baik yang ada di Semenkidul dan mempererat pengkaderan kita,” ujar Cantika Wahono.
Dalam lawatannya, rombongan memberikan atensi khusus pada upaya penanganan limbah rumah tangga. Pemilahan sampah yang tepat dinilai mampu mendatangkan keuntungan finansial bagi warga.
“Pilah sampah yang bernilai ekonomi. Tentu setiap hari ada sampah, dan pada saat CFD juga banyak sampah. Di sini ada MAPAK (Emak-emak Berdampak) yang mengelola sampah. Ini bisa kita inisiasi dari sampah rumah tangga dan dikembangkan menjadi kerajinan,” jelasnya.
Tidak hanya urusan lingkungan, Cantika juga memaparkan arah baru pergerakan PKK yang kini harus merujuk pada basis data valid sesuai amanat Rakernas X. Pemetaan kondisi keluarga di lapangan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah intervensi kerja.
“Transformasi gerakan PKK bekerja sesuai data. Misalnya berapa anak stunting, anak putus sekolah, pernikahan dini, dan lainnya. Selain itu, kita juga melakukan penguatan kelembagaan PKK agar administrasinya tertib,” tambahnya.
Sektor ketahanan pangan dan gizi keluarga turut menjadi sorotan melalui kampanye Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau GAYATRI. Sekretaris II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Anita Andik Sudjarwo, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai bentuk kemandirian masyarakat, bukan sekadar penyaluran bantuan sosial semata.
“Harapannya dapat mengurangi angka kemiskinan di Bojonegoro. PKK turut andil dalam mendukung suksesnya program Pemkab. Maka terinisiasi program pengembangan GAYATRI. Bedanya, pengembangan GAYATRI ini merupakan program mandiri, bukan bantuan, guna meningkatkan gizi keluarga,” terangnya.
Edukasi lanjutan seputar tata kelola lingkungan kemudian dijabarkan oleh Pokja II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Sri Qomariyah. Ia mengajak masyarakat untuk lebih jeli mengenali karakter limbah rumah tangga agar proses daur ulang berjalan maksimal.
“Pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya. Dengan mengetahui jenis sampah, masyarakat dapat menentukan mana yang dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, maupun yang harus masuk sebagai sampah residu,” jelasnya.
Desa Semenkidul sendiri tercatat memiliki segudang potensi lokal yang selaras dengan misi pemberdayaan. Warga setempat telah berhasil menciptakan inovasi minuman teh telang, teh daun kelor, serta olahan jeruk pamelo. Di sela-sela kegiatan, rombongan menyempatkan diri untuk meninjau langsung pos pengumpulan sampah, komunitas arisan MAPAK, kebun jeruk pamelo, sekolah, serta mengunjungi warga penyandang disabilitas di kawasan tersebut.
Lewat serangkaian pembinaan ini, jajaran pengurus PKK Kabupaten Bojonegoro menaruh harapan besar agar berbagai inovasi dari Desa Semenkidul bisa ditiru oleh wilayah lain. Kolaborasi apik antara pemerintah desa, kader, dan warga diyakini mampu menyokong kesuksesan program prioritas pembangunan daerah secara menyeluruh.






































