Pelantikan PWRI Blora 2026-2031 Dibuka dengan Kirim 50 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Kamis, 13 Agustus 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora - Pelantikan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora masa bakti 2026-2031 berlangsung berbeda dari biasanya. Sebelum prosesi resmi dimulai, pengurus baru terlebih dahulu menyalurkan kepedulian sosial berupa 50 tangki air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan air, Rabu (12/08/2026) di Halaman Kantor Bupati Blora.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan PWRI Blora dari berbagai pihak. Pelepasan armada tangki dilakukan di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Blora oleh Bupati Blora Dr. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini. Turut hadir jajaran PWRI Provinsi Jawa Tengah dan PWRI Blora.
Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. Bambang Sulistya, menjelaskan aksi sosial itu sengaja ditempatkan di awal rangkaian pelantikan sebagai bentuk perhatian kepada kondisi masyarakat Blora yang tengah dilanda kekeringan.
“Saat ini Blora tengah membutuhkan air bersih karena mengalami kekeringan, mudah-mudahan bantuan air bersih ini yang kami koordinir dari berbagai pihak, terkumpul 45 tangki dan ditambahkan oleh Ibu Wakil Bupati 5 tangki sehingga ada 50 tangki yang hari ini mulai disalurkan,” ujar Bambang.
Usai pemberangkatan armada air bersih, acara berlanjut ke Ruang Pertemuan Setda Blora untuk pelantikan pengurus. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Blora dan dihadiri Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah Drs. Hendro Martoyo, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Kepala Badan Kesbangpol Blora, serta perwakilan organisasi di Blora.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap PWRI di bawah kepemimpinan baru bisa semakin solid dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus yang tadi dilantik ini akan membawa amanah dan membawa PWRI semakin maju sehingga guyub rukun, aktif, dan bisa bermanfaat," ujar Bupati Arief.
Bupati juga mengapresiasi sinergi PWRI selama ini dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan.
"Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi penghargaan setinggi-tingginya kepada PWRI Kabupaten Blora yang mana selama ini sudah bersinergi dengan Pemerintah, sudah membantu program-program Pemerintah dalam berbagai hal," katanya.
Menurut Arief, pengalaman para purnabakti di PWRI merupakan aset penting. Pemerintah daerah membutuhkan masukan dari para senior untuk memajukan Blora, terlebih di tengah keterbatasan anggaran.
"Kami membutuhkan sumbangsih, pemikiran, saran, nasihat dari Bapak-Ibu semuanya para senior, bagaimana kita bersama-sama memajukan Kabupaten Blora yang kita cintai," lanjutnya.
"Saya berharap ada gagasan masukkan ide apa di tengah-tengah situasi yang kita hadapi sekarang ini, dengan efisiensi yang ada dan juga mungkin keterbatasan program-program apa yang kira-kira nanti bisa kita sinergikan," ungkapnya.
Bupati kemudian mengajak PWRI mendukung program prioritas, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga Kabupaten Blora seperti MBG dan Kopdes Merah Putih.
"Kita punya misi bagaimana mensukseskan program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan pelaksanaan program-program yang terkait dengan MBG, Kopdes Merah Putih, maupun yang lainnya ini, kami butuh dukungan dan saran masukkan dari Bapak-Ibu semuanya," jelasnya.
Terkait aksi pembagian air bersih, Bupati menyampaikan terima kasih atas kepedulian PWRI kepada warga yang membutuhkan.
"Bapak-Ibu sekalian, Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada PWRI dan juga segenap pihak yang telah memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat kami yang memang membutuhkan. Partisipasi untuk membantu masyarakat ini kami sambut dengan baik," tutur Bupati.
Selain air bersih, dalam kesempatan itu Bupati juga menyerahkan bibit pohon mangga kepada jajaran PWRI. Ia mengajak organisasi purnabakti ini ikut mendorong pengembangan pertanian organik dan sektor peternakan, salah satunya ayam kampung di Blora.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan SK pengurus baru, prosesi pelantikan oleh Bupati, sambutan Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, serta penyerahan bibit mangga kepada pengurus PWRI dan organisasi undangan.






































