Dua Dekade Gerakkan Ekonomi Jaringan Toko Kelontong di Bojonegoro, SRC Targetkan Perluasan Target Desa
Kamis, 04 Juni 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong penguatan jaringan usaha mikro kecil dan menengah melalui optimalisasi peran toko kelontong sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk komoditas lokal hingga ke wilayah pelosok.
Apresiasi terhadap kontribusi sektor ini mengemuka saat perayaan hari jadi ke delapan belas Sampoerna Retail Community Kabupaten Bojonegoro yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Kamis (04/06/2026) siang. Momentum tersebut menandai perjalanan panjang sebuah jaringan ritel rakyat yang kini bertransformasi menjadi salah satu pilar penopang aktivitas perdagangan di tingkat daerah.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan berkala dari para pelaku usaha lokal.
"Saat ini terdapat sekitar 750 pedagang atau toko di Bojonegoro yang telah bergabung dengan SRC. Ke depan, kami berharap jumlah ini terus bertambah dan dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa-desa di Kabupaten Bojonegoro," kata Nurul Azizah.
Guna mendukung keberlanjutan usaha mandiri warga, pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan berbagai program lintas sektor. Skema penguatan ini mencakup pendampingan manajemen usaha, simplifikasi regulasi perizinan, peningkatan mutu produk lokal, hingga pembukaan akses kemitraan dengan sektor agraris seperti pertanian dan peternakan.
"Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Produk-produk lokal Bojonegoro harus memiliki ruang pemasaran yang lebih luas, dan SRC dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mewujudkan hal tersebut," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PT SRC Indonesia Romulus Susanto memaparkan dinamika pertumbuhan organisasi yang berawal dari skala kecil pada tahun dua ribu delapan. Dari yang semula hanya beranggotakan lima puluh tujuh toko, kini jaringan tersebut telah meluas hingga mengonsolidasikan ratusan ribu pelaku ritel tradisional.
"Ketika SRC pertama kali berdiri, kami tidak pernah membayangkan akan tumbuh sebesar ini. Saat ini lebih dari 250 ribu toko tergabung dalam SRC dan menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Riset kerja sama pada tahun dua ribu dua puluh enam mencatat volume kontribusi perputaran ekonomi dari ekosistem ritel ini mencapai angka yang sangat signifikan bagi ketahanan ekonomi nasional. Romulus menilai pencapaian ini tidak lepas dari pentingnya keselarasan langkah antar berbagai elemen pendukung.
"Konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta. SRC hadir untuk memperkuat UMKM, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," tambahnya.






































