Berhasil Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Jatim Raih Penghargaan Terbaik I dari Kemendagri
Senin, 08 Juni 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri, Kamis (04/06/2026) malam lalu. Atas capaian ini, Pemprov Jatim tidak hanya menerima trofi penghargaan, tetapi juga mendapatkan dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara yang berlangsung di Yogyakarta Marriott Hotel.
Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraih Jawa Timur. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi yang kuat di seluruh lini, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga dunia industri dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif.
"Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri," ujar Khofifah dalam keterangannya.
Khofifah menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program pembangunan berkelanjutan yang dijalankan melalui agenda Nawa Bhakti Satya. Strategi ini mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Keberhasilan Pemprov Jatim ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur pada Februari 2026 berada di angka 3,55 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Februari 2025 yang sebesar 3,61 persen, sekaligus jauh lebih rendah dari rata-rata nasional yang berada di level 4,68 persen. Dalam lima tahun terakhir, Jawa Timur menunjukkan tren penurunan pengangguran yang sangat konsisten, yaitu dari 5,17 persen pada Februari 2021 hingga menyusut ke 3,55 persen pada Februari 2026.
Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan pengangguran tersebut adalah semakin efektifnya program link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang dulunya mendominasi angka pencari kerja, kini penyerapannya sangat signifikan dengan angka pengangguran lulusan SMK yang menyusut menjadi 5,73 persen pada Februari 2026.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa dana insentif sebesar Rp3 miliar yang diterima dari pemerintah pusat akan langsung dioptimalkan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti penguatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan lapangan kerja padat karya.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing," pungkas Khofifah.





































