Tekan Angka Pengangguran Lulusan Vokasi, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Selasa, 09 Juni 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah strategis guna memangkas persentase pengangguran terbuka yang tercatat masih didominasi oleh para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau sederajat. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi serta Bursa Kerja Khusus yang berlangsung di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro pada hari Senin (08/06/2026) kemarin. Pertemuan tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan dari jajaran birokrasi, akademisi perguruan tinggi, asosiasi sektor industri, hingga puluhan perwakilan pengelola bursa kerja sekolah untuk menyamakan persepsi mengenai kebutuhan riil pasar kerja saat ini.
Dalam forum koordinasi tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memberikan apresiasi mendalam kepada semua elemen yang terlibat aktif dalam upaya penurunan angka pengangguran di wilayahnya. Keberhasilan menurunkan tingkat pengangguran ini dinilai sebagai buah dari integrasi yang solid antara kebijakan daerah, dukungan pemerintah provinsi, serta komitmen dari dunia pendidikan dan pelaku usaha.
“Alhamdulillah, Bojonegoro mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas capaian penurunan angka pengangguran. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kerja sama yang selama ini dibangun mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Nurul Azizah memaparkan bahwa arah kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini memang memprioritaskan penyelesaian isu pengangguran, akselerasi nilai Indeks Pembangunan Manusia, penanggulangan kemiskinan, peningkatan taraf hidup warga, hingga aspek konektivitas wilayah. Di tengah dinamika penyesuaian dana transfer pusat, seluruh pemangku kebijakan dituntut melahirkan terobosan baru agar target jangka menengah daerah tetap terealisasi.
“Semua target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD harus dicapai melalui program yang terukur. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat, termasuk antara sekolah vokasi, dunia usaha, dan pemerintah,” katanya.
Dengan potensi ratusan lembaga SMK dan puluhan ribu pelajar di Bojonegoro yang meluluskan ribuan angkatan kerja baru setiap tahun, ketepatan program pelatihan kerja menjadi kunci utama. Pemkab Bojonegoro menekankan agar orientasi pelatihan tidak sekadar memenuhi kuota formalitas belaka, melainkan bertumpu pada asas kemanfaatan jangka panjang.
“Yang mengikuti pelatihan benar-benar masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan setelah pelatihan mendapatkan pendampingan hingga bisa bekerja atau mandiri. Jangan hanya mengejar jumlah peserta, tetapi harus menghasilkan manfaat yang nyata,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Mahmudi membenarkan bahwa sektor lulusan vokasi masih menyumbang angka pencari kerja tertinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya sinkronisasi kurikulum sekolah agar sejalan dengan kualifikasi industri, di samping memaksimalkan fungsi bursa kerja di lingkungan sekolah.
Berdasarkan data pelacakan, kontribusi puluhan bursa kerja yang aktif di Bojonegoro telah berhasil menyalurkan ribuan tenaga kerja ke berbagai sektor industri, dengan capaian tertinggi dicatatkan oleh beberapa SMK negeri di wilayah Purwosari, Kasiman, dan Bojonegoro kota. Sebagai penunjang, pihak Disperinaker juga konsisten menggulirkan program pameran bursa kerja berskala kecil maupun besar, sertifikasi kompetensi, penyediaan ruang konsultasi karir, hingga perluasan akses informasi lowongan kerja secara masif.





































