Optimalkan Kesejahteraan Keluarga, TP PKK Bojonegoro Sisir Desa Sudah di Kecamatan Malo
Rabu, 10 Juni 2026 10:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro -Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro kembali bergerak turun ke bawah dengan menggelar Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi di Desa Sudah, Kecamatan Malo, pada Selasa (09/06/2026) kemarin. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk mendekatkan berbagai program pemberdayaan keluarga sekaligus memetakan langsung persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat di tingkat desa.
Suasana kunjungan kerja kali ini terasa semakin spesial dengan diresmikannya Gedung TP PKK Desa Sudah yang baru. Keberadaan gedung baru ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas positif dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat pelaksanaan sepuluh program pokok PKK di wilayah setempat.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan bahwa agenda kunjungan kerja terpadu ini sengaja dirancang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi semata, melainkan juga menyentuh langsung berbagai lapisan kelompok masyarakat. Oleh karena itu, rombongan pengurus kabupaten langsung dibagi ke dalam beberapa tim sesuai kelompok kerja atau pokja untuk melakukan peninjauan lapangan secara simultan.
Dalam penyisiran tersebut, tim melakukan pembinaan di berbagai bidang, mulai dari penguatan program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri atau Gayatri hingga memantau sektor pendidikan dengan mengunjungi taman kanak-kanak dan sekolah dasar setempat. Selain itu, rombongan juga mendatangi para lansia serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami putus sekolah untuk menggali akar masalah secara langsung di lapangan.
Terkait program Gayatri, Cantika menegaskan bahwa sektor ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menaikkan taraf kesejahteraan warga. Guna memastikan keberlanjutannya, pengembangan program tersebut dilaksanakan dengan dukungan dana pribadi agar manfaatnya bisa terus dirasakan secara nyata oleh keluarga-keluarga di desa.
"Gayatri menjadi program prioritas Pemkab. Untuk pengembangannya kami laksanakan dengan dukungan dana pribadi. Harapannya program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga di desa," kata Cantika.
Di sisi lain, Cantika juga memberikan perhatian serius pada pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting secara dini dari hulu ke hilir. Pencegahan stunting menurutnya harus dipastikan berjalan sejak usia remaja putri dengan mengantisipasi anemia, mengawal ibu hamil agar terhindar dari kekurangan energi kronis, hingga menjamin pemenuhan gizi bayi dan balita melalui optimalisasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal.
Tidak hanya dari aspek kecukupan gizi, TP PKK Bojonegoro juga terus mendorong warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjaga kualitas sanitasi rumah tangga masing-masing. Bersamaan dengan itu, sosialisasi mengenai kawasan bebas asap rokok di lingkungan keluarga turut digencarkan demi menciptakan ruang hidup yang sehat bagi tumbuh kembang anak-anak.
'Kami tidak henti-hentinya melakukan upaya pencegahan stunting. Mulai dari memastikan remaja putri tidak mengalami anemia, membantu ibu hamil agar tidak mengalami kekurangan energi, hingga memastikan bayi dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Melalui Posyandu dengan enam SPM, kami berharap layanan kesehatan masyarakat dapat berjalan semakin baik," jelas Cantika.





































