Khofifah Dorong Lahirnya Generasi Qurani yang Unggul dan Berkarakter
Senin, 15 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya membentuk generasi Qurani yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta budaya literasi yang baik sebagai fondasi dalam menghadapi persaingan global di masa mendatang.
Menurut Khofifah, perkembangan dunia yang berlangsung sangat cepat menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keteguhan moral dan spiritual sebagai penuntun dalam kehidupan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Gebyar Prestasi Alquran dan Wisuda Tartil Tahfidz yang diselenggarakan Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya di Gedung ICBC Surabaya, kemarin Minggu (14/6).
Dalam kesempatan itu, Khofifah menjelaskan bahwa pendidikan Alquran memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian generasi muda. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Alquran, pendidikan tersebut juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, integritas, serta semangat untuk terus belajar.
“Perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan landasan moral yang kokoh. Pendidikan Alquran menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi masa depan,” ujar Khofifah.
Ia menilai, pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak bisa hanya bertumpu pada kemampuan akademik dan penguasaan ilmu pengetahuan. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai moral dan spiritual menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang unggul.
Menurutnya, kemajuan yang tidak disertai karakter akan kehilangan arah, sementara keberhasilan tanpa moralitas berpotensi menghilangkan makna dari pembangunan itu sendiri.
Semangat tersebut, lanjut Khofifah, tercermin dalam kegiatan Gebyar Prestasi Alquran dan Wisuda Tartil Tahfidz Yayasan Khadijah Surabaya yang tahun ini diikuti oleh 866 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, pondok pesantren, hingga unit sosial di bawah naungan Yayasan Khadijah.
Ia mengapresiasi konsistensi Yayasan Khadijah dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dan kecintaan terhadap Alquran.
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian para peserta didik, Khofifah menyerahkan apresiasi dan bantuan pembinaan kepada siswa berprestasi pada berbagai kategori. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta terbaik dalam bidang tartil dan tahfidz Alquran, capaian hafalan mulai 6 hingga 30 juz, peserta yang lulus munaqasyah standar asatidz dan sanad PIQ, serta para penghafal 30 juz Alquran.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus, ustaz, dan ustazah Yayasan Khadijah yang selama ini berperan aktif membimbing para siswa untuk mencintai, memahami, menghafal, serta mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, dedikasi para pendidik menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
























.sm.jpg)













