Pemanfaatan AI untuk Layanan Publik Antar Jatim Raih Penghargaan Nasional
Senin, 15 Juni 2026 12:30 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dalam ajang GARUDA AI Impact Summit 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemprov Jatim dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian acara GARUDA AI Impact Summit 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta. Kegiatan ini merupakan puncak program peningkatan kapasitas AI nasional yang selama setahun terakhir telah melibatkan lebih dari 145 ribu peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum di berbagai daerah di Indonesia.
Acara yang digagas BINAR bersama Microsoft tersebut juga menjadi ajang penghargaan bagi individu dan institusi pemerintah yang dinilai berhasil mendorong adopsi teknologi digital serta pengembangan ekosistem AI di tanah air melalui program AI Awarding Night.
Dalam ajang tersebut, Pemprov Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Best Policymaker Instansi Award pada kategori The Innov(AI)tor. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur memperoleh Ecosystem Builders Instansi Award pada kategori The Catal(AI)st.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan teknologi AI dalam berbagai sektor pemerintahan.
“Seluruh proses pelayanan pemerintahan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Di tengah era disrupsi seperti sekarang, pemanfaatan AI menjadi kebutuhan yang harus dikelola secara cermat dan bertanggung jawab,” ujar Khofifah, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, transformasi AI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat atau aplikasi teknologi semata, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan organisasi dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim terus berupaya menghadirkan layanan publik yang semakin terbuka dan mudah diakses masyarakat melalui integrasi sistem digital berbasis AI.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program CERDAS DIGITAL yang diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital, AI Center Universitas Brawijaya, Binar-Microsoft, Google, serta Amazon Web Services (AWS).
Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui berbagai pelatihan yang mencakup keterampilan digital, keamanan siber, pemanfaatan AI, pengelolaan media digital, literasi keuangan digital, hingga pemanfaatan data.
“Program ini dirancang secara inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Melalui kegiatan Jatim AI Agent, sebanyak 3.007 peserta telah mengikuti pelatihan yang kami selenggarakan,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menggelar pelatihan Prompt Engineering untuk pemanfaatan Generative AI dalam analisis data yang diikuti 2.574 peserta dari kalangan non-teknologi informasi. Materi yang diberikan meliputi teknik penyusunan prompt, metode analisis data, serta aspek keamanan dan etika penggunaan AI.
Pengembangan kapasitas juga dilakukan melalui pelatihan Agentic AI berbasis Large Language Model (LLM) yang menyasar tenaga IT, analis sistem, serta aparatur fungsional tingkat lanjut. Program tersebut diikuti 433 peserta dengan fokus pada pengembangan sistem otomatisasi berbasis AI.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam berbagai program pengembangan talenta digital. Melalui program Digital Expertise (DEX) dan Government Transformation Academy, ribuan ASN mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Sejumlah proyek pengembangan AI juga dilakukan bersama perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program tersebut mencakup pengembangan solusi AI untuk pemanfaatan data sosial, deteksi disinformasi, perlindungan anak di ruang digital, hingga pengolahan data pendukung program Sekolah Rakyat.
Pemprov Jatim juga mulai mengintegrasikan teknologi AI dalam sektor pendidikan, termasuk melalui pelatihan bagi guru sekolah rakyat, baik yang berlatar belakang teknologi informasi maupun non-teknologi informasi, serta program Coding for Kids untuk peserta didik.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, yang hadir sebagai keynote speaker dalam sesi bertajuk "AI for Everyone", menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi AI bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menurut Nezar, kecerdasan buatan harus menjadi teknologi yang inklusif dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah hingga komunitas lokal di berbagai daerah.
“Keberhasilan transformasi AI tidak hanya diukur dari tingkat adopsinya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi digital dan penguatan talenta teknologi menjadi faktor penting agar masyarakat mampu memanfaatkan AI secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.






































